Taman Pasuk Kameluh, Taman Elok Di Pangkal Jembatan Kahayan

Taman Pasuk Kameluh yang ada di bantaran Sungai Kahayan berdekatan dengan Tugu Soekarno, setiap hari selalu ramai dikunjungi warga yang ingin bersantai sambil menikmati suasana Sungai Kahayan.

Taman Pasuk Kameluh yang ada di bantaran Sungai Kahayan berdekatan dengan Tugu Soekarno, setiap hari selalu ramai dikunjungi warga yang ingin bersantai sambil menikmati suasana Sungai
Taman Pasuk Kameluh. Image via: infopublik.id

Taman Pasuk Kameluh, yakni salah satu kawasan destinasi wisata yang ada di kota Palangka Raya. Tempat ini menjadi salah satu daerah iconik kota Palangka Raya.

Setiap sore, cukup umur kota Palangka Raya bersantai sambil menikmati pemandangan yang indah di sekitar Sungai Kahayan. Para remaja biasanya menimbulkan daerah ini sebagai kawasan untuk bersantai berkumpul bersama teman-teman.

Tidak jarang juga lokasi ini dijadikan sebagai tempat untuk berfoto selfie sebagai materi untuk status update di sosial media mereka. Tak hanya para dewasa, para orang bau tanah juga biasanya membawa bawah umur mereka bermain di tempat ini dimana terdapat banyak badut dan wahana permainan sederhana lainnya.

spot foto leter nama taman Pasuk Kameluh sering dimnanfatkan oleh pengunjung Taman
Later Nama. Image via: syarifah

Simak juga: Wisata Banjarmasin

Arti Nama Pasuk Kameluh

Taman Pasuk Kameluh diambil dari bahasa Dayak. Memiliki makna bakul gadis, yang artinya barang yang dimiliki seorang gadis. Kameloh lebih identik akrab dengan bakul perempuan elok. Namun sebagian masyarakat juga mengartikan Pasuk Kameloh mirip kantong semar yang mengeluarkan panorama keindahan.

Lokasi Taman Pasuk Kameluh

Taman indah di kota Palangka Raya ini beralamat di Jalan. S. Parman, Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Taman ini bisa dibilang sempurna di tengah kota Palangka Raya. Lokasi ini berjarak hanya kurang dari 1 km, dihitung dari Bundaran Besar Palangka Raya.

Rute Menuju Taman Pasuk Kameluh

Untuk kanal dan transportasi menuju ke taman Pasuk Kameluh sangat gampang. Dengan posisi dipusat kota, taman ini mampu dicapai dari manapun dengan sangat gampang. Lokasi bisa dicapai memakai transportasi umum maupun langsung.

Taman Pasuk Kameluh letaknya sangat strategis alasannya adalah bersebelahan dengan Tugu Soekarno dan letaknya pun di pinggir sungai Kahayan. Juga berdekatan langsung dengan Jembatan Kahayan yang menjadi “ikon” Kota Palangka Raya.

Taman Pasuk Kameluh Ramai dikunjungi pada sore hari
Ramai di sore hari. Image via: Slamet Setiawan

Jam Buka Taman Pasuk Kameluh

Untuk menikmati bersantai dan melepas penat di taman kota palangka raya ini pengunjung tidak dibatasi jam berkunjung. Taman Pasuk Kameluh buka 24 jam.

Tiket Taman Pasuk Kameluh

Untuk bisa masuk ke taman kota palangka raya ini, pengunjung tidak dipungut biaya masuk. Gratis. Pengunjung hanya dikenai pungutan parkir, jikalau membawa kendaraan bermotor. Tarif parkit yang berlaku yakni tarif normal Kota Palangka raya.

Fasilitas Taman Pasuk Kameluh

Sebagai daerah wisata warga urban, dana da di tengah kota, akomodasi pendukung di taman ini tergolong lengkap. Di taman Pasuk Kameluh ada daerah parkir dan juga toilet.

Untuk fasilitas sembahyang, di taman ada mesjid yang sangat memadai. Sedangkan untuk keperluan makan dan minum, Pemkot Palangka raya juga telah membangun kemudahan pendukung daerah masakan bawah jembatan Kahayan yang ada di bantaran Sungai Kahayan.

Daya Tarik Taman Pasuk Kameluh

  1. Indah untuk Selfie

Berfoto di taman Pasuk Kameluhd enganlatar jembatan sungai kahayan dan juga patung burung menjadi idola baru di taman ini
With Bunda. Image via: @inarahmadiani

Simak juga: Taman Buah Mekarsari

Taman pasuk kameluh yang terletak di sebelah kanan jembatan Kahayan didesain Apik dan indah. Walau Taman ini bukan taman bunga yang anggun mirip Taman celosia, namun arsitektur Taman ini sendiri  bagaikan sebuah karya seni raksasa.

Di bab sentra Taman terdapat arsitektur melingkar berjenjang, mirip desain stadion namun berukuran kecil. Bagian Taman ini dipakai sebagai daerah untuk duduk-duduk menghadap ke sungai. Di sekitarnya desain stadion mini ini, ada tiang-tiang putih berbahan marmer yang di bagian atasnya berhiaskan motif burung enggang.

Spot ini cantik dipakai untuk lokasi berfoto apalagi dengan adanya latar Jembatan Kahayan di latar belakang. Spot berfoto bagus yang lain ialah di bawah patung burung raksasa. Bisa juga berfoto di dingklik-dingklik taman. Sebenarnya kursi itu yaitu dingklik biasa, namun sebab tampak bagus juga mampu dipakai untuk Spot foto.

Satu Spot foto terbaru yang gres simpulan yaitu berfoto dengan memakai masjid atap kerucut sebagai latar belakang.

  1. Masjid Kubah Kerucut

Masjid Darul Amin dengan kubah kerujut hijau di taman pasuk kealmeuh menambah daya tarik taman tepi sungai ini
Masjid Darul Amin. Image via: @damar_angga_saputra

Keberadaan kawasan ibadah pada sebuah taman, memang selalu terlihat ada. Namun seringkali dianggap sebagai kelengkapan wajib pemenuhan syarat Semata. Hal ini bisa dilihat dari sisi ukuran mushola biasanya relatif kecil. Kemudian sarana prasarana Mushola yang terkesan seadanya, jikalau dibandingkan dengan kemewahan dan kemegahan taman secara keseluruhan.

Namun hal itu tidak terjadi di taman kota Palangka raya, Taman pasuk kameluh. Di taman ini, Pemerintah Kota membangun sebuah masjid yang bagus. Masjid Darul Amin. Mesjid minimalis dengan desain kerucut berlantai 3. Masjid terlihat indah dan mewah berdampingan dengan jembatan Kahayan yang berdesain melengkung. Desain Jembatan kahayan yang melengkung berwarna merah bersanding hijau pada kerucut masjid membuat Irama yang harmonis.

Adanya masjid ini secara tidak eksklusif nambah nilai daya tarik untuk mendatangi taman. Taman yang biasanya hanya ramai di hari Sabtu, juga mampu menjadi ramai di hari Jumat. Saat saat orang-orang memilih untuk menunaikan salat Jumat di masjid di tengah Taman ini.

Keberadaan masjid dan taman menjadi saling menguntungkan. Masjid jadi lebih gampang menyiarkan dakwah mengajak jamaah sholat 5 waktu, karena lokasinya yang strategis di dalam taman. Taman juga menjadi lebih populer dengan adanya masjid yang berdesain unik ini.

  1. Jembatan Kahayan

Jembatan Kahayan terlihat indah dinikmati dari salahs atu sudut taman pasuk kameluh
Jembatan Kahayan. Image via: Uda Uda

Simak juga: Taman Ujung Bali

Suasana taman Pasuk kameluh menjadi hidup, salah satu faktor kuatnya karena di bab belakang taman atau latar belakang taman tampak membentang Jembatan Kahayan yang menyeberangi sungai Kahayan.

Jembatan Kahayan punya panjang 640 meter dan lebar 9 meter. Jembatan ini membentang di atas Sungai Kahayan yang menjadi salah satu sentra perekonomian Kalimantan Tengah. Jembatan ini memiliki 12 bentang dengan bentang khusus sepanjang 150 meter pada alur pelayaran sungai. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 1995 dan akhir tahun 2001.

Dinding Jembatan Kahayan juga dihiasi dengan mural menarik bertema naga dan budaya Dayak. Berfoto-foto dengan latar mural ini juga mampu jadi pilihan para pengunjung. Pada sore hari, senja dari Jembatan Kahayan tampak begitu mempesona. Inilah spot yang cocok bagi para pecinta fotografi.

  1. Patung Burung Enggang

patung burung enggang di taman pasuk akmeluh menguatkan identitas taman sebagai icon kota
Menyambut Mentari Pagi. Image via: @infokalteng

Patung raksasa Burung yang menjadi maskot provinsi Kalimantan Tengah ini final di bangkit pada selesai tahun 2018. Terletak persis di samping Jembatan Kahayan atau berada tepat di kawasan taman Pasuk Kameluh. Dengan posisi patung burung enggang atau tingang ini menghadap ke arah Sungai Kahayan.

Burung yang termasuk dalam spesies yang dilindungi ini hampir tidak mampu dilepaskan dari kehidupan suku dayak. Makna burung enggang bagi suku Dayak menjadi salah satu tanda kedekatan masyarakat insan dengan alam sekitarnya.

Masyarakat suku Dayak sangat menghormati burung enggang, dan menganggap burung itu sebagai panglima burung. Hampir seluruh bab badan burung enggang menjadi lambang dan simbol kebesaran dan kemuliaan suku Dayak.

Burung enggang juga dianggap sebagai lambang perdamaian dan persatuan. Oleh alasannya itu, burung enggang dapat kita temukan di hampir setiap ruang masyarakat dayak, mirip pada patung, goresan, lukisan, pakaian, rumah, balai desa, monumen, pintu-pintu gerbang, juga di makam-makam.

Patung Burung Enggang yang berdiameter kurang lebih 2,5 x 2 meter itu,  menambah daya tarik masyarakat untuk mengunjungi taman Pesuk Kameluh. Hampir setiap pengunjung yang tiba tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan foto bersama patung Burung Enggang tersebut.

  1. Warung Bawah Jembatan Kahayan

Warung bawah jembatan dis ebelah taman pasuk kameluh menjadi lokasi tepat melepas haus dan lapar setelah berwisata menikmati taman.
Warung bawah jembatan. Image via: purplegreennotes

Simak juga: Mangrove kulon Progo

Seusai berwisata berjalan-jalan dan mengambil foto berkeliling di taman Pasuk Kameluh cukup luas, pengunjung tentu akan sedikit lapar dan juga haus. Namun tidak perlu khawatir harus pergi jauh untuk memperoleh kuliner dan minuman dengan harga murah.

Pengunjung cukup melangkahkan kaki beberapa meter ke utara, ke bawah jembatan Kahayan. Di sana ada pusat masakan bawah jembatan. Walau tempatnya tidak tepat mirip food court yang ada di Mall besar, namun paling tidak daerah yang memang sengaja disediakan oleh pemerintah ini, nyaman untuk tempat menikmati kuliner.

Mural jembatan Kahayan did ekat taman pasuk kameluh memeprcantik suasana dengan cara kreatif.
Mural jembatan Kahayan. Image via: purplegreennotes

Dan satu yang pasti, harganya juga sesuai untuk kantong. Bahkan untuk ukuran pelajar dan mahasiswa. Ada sekitar 16 orang pedagang mulai dari soto goreng dan beberapa jajanan ringan lain di lokasi ini. Harga makanan itu dijual dengan harga antara Rp 7.000 hingga Rp 12.000.

Untuk mempercantik daerah ini, penyangga jembatan yang menghadap ke tempat makan dilukis dengan lukisan mural indah. Ada lukisan legenda Naga dan putri dari cerita rakyat Dayak. Juga lukisan rumah adab serta beberapa lukisan sulur-sulur flora yang menjadi ciri khas dari seni ukir Dayak

Di lokasi ini, sambil makan pengunjung mampu menikmati semilir angin di tepian sungai Kahayan.

nongkrong menikmai kebersamaand negan teman di taman pasuk kameluh
Nongkrong. Image via: Dcy Chipid

Simak juga: Kebun teh Sukawana

Objek Wisata Dekat Taman Pasuk Kameluh

Setelah merasa puas dengan berbagai acara di Taman Pasuk Kameluh, namun masih ingin melanjutkan dengan wisata, pengunjung tidak usah khawatir. Dari lokasi ini dalam jarak hanya 13 km terdapat Dermaga Kereng Bangkirai. Dermaga anggun penuh warna yang bsia untuk tempat berburu foto.

Di dalam kota Palangka Raya sendiri, juga ada objek wisata lain yang bisa dikunjungi. Salah satunya museum balanga. Museum di pusat kota Palangka Raya ini hanya berjarak 3 km, tepatnya di Jalan Tjilik Riwut. Museum ini menyimpan banyak sekali artefak budaya suku dayak yang ada di Kalimantan Tengah.

Sekian sedikit hal yang mampu kami sampaikan mengenai Taman Pasuk Kameluh. Tentu masih sangat banyak hal yang tak terungkap dalam tulisan singkat ini. Untuk itu temukan kesempurnaan keindahan Taman ini dengan datang eksklusif ke lokasi wisata ini. Selamat menikmati.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni