Taman Ratu Safiatuddin

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”13197″
data-slug=””>

5
/
5
(
3

votes

)

Lokasi: Jl. Senangin, Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh

Map: Klik Disini

HTM: Gratis

Buka Tutup: 08.00 – 18.00 WIB

Telepon: (0651) 26206

“Taman Mini”

Taman Ratu Safiatuddin ialah suatu taman dengan beragam jenis rumah adab dari semua kabupaten atau kota di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Sejumlah 23 rumah etika beserta baju budbahasa tradisional khas kabupaten atau kota.

Karena menyimpan rumah serta baju etika kabupaten/ kota di Aceh, kawasan ini disebut sebagai Taman Mininya Aceh. Selain menunjukkan pengetahuan tentang budaya, taman ini juga dibangun untuk mengenang Ratu Aceh.

Tidak hanya ekspo-pameran rumah-rumah dan pakaian saja, melainkan pula sering diadakan bazar-pekan raya budaya dan seni pertunjukkan. Tak heran mengapa objek wisata ini selalu menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Singkat

foto by abulyatama.ac.id

Nama Ratu Safiatuddin yang diambil sebagai nama taman adalah nama dari putri dari Sultan Iskandar Muda yang memiliki nama lahir Putri Sri Alam. Selain itu, Ratu Safiatuddin diperistri oleh Sultan iskandar Tsani yang waktu itu menjadi raja Kesultanan Aceh.

Singkat dongeng, pada tahun 1641, Sultan Iskandar Tsani meninggal dan sangat sulit mencari penggantinya untuk memimpin Aceh. Sehingga, istrinyalah yang menjadi kandidat satu-satunya yakni Ratu Safiatuddin.

foto by tribunnews.com

Tapi ketika proses pemilihan, terjadi perdebatan alasannya para ulama dan wujudiyah tak oke jika Aceh dipimpin seorang perempuan. Menurut mereka bila dipimpin oleh perempuan, akan hilang kewibawaan Kesultanan Aceh di mata dunia.

Ditengah perdebatan, muncul Nurrudin Al Raniri, seorang ulama besar yang menyanggah alasan penolakan penobatan sang ratu. Beliau juga berhasil meyakinkan para ulama semoga mau mengangkat Ratu Safiatuddin sebagai pemimpin Aceh.

foto by antarafoto.com

Dalam kepemimpinannya, beliau justru mampu memajukan Aceh. Perkembangan bisa dilihat di bidang sastra, ilmu pengetahuan dan budbahasa budaya. Beliau membangun perpustakaan-perpustakaan untuk mencerdaskan rakyatnya. Ratu sendiri memiliki hobi menulis syair dan sajak.

Ratu Safiatuddin juga dikenal sebagai pemimpin yang akil dan bijaksana. Beliau pun membentuk pengawal dengan anggota para wanita. Saat terjadi Perang Malaka, pasukan perempuan ini turun tangan.

foto by instagram.com/fransdelian/

Sementara pembangunan Taman ratu Safiatuddin ini sebagai cara masyarakat Aceh mengenang jasa-jasa dan dedikasinya selama memimpin Aceh. Dibangun pada era kepemimpinan Gubernur Abdullah Puteh dan diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri, Presiden Indonesia periode itu.

Daya Tarik

Taman Ratu Safiatuddin memamerkan 23 rumah budpekerti tradisional dari banyak sekali kabupaten atau kota di Aceh. Rumahnya terdiri dari rumah panggung yang terbuat dari kayu dan konstruksinya tak memakai paku satu pun.

foto by tempat.me

Deretan rumah akhlak tersebut memiliki keunikan tersendiri. Di pamerkan dengan anjungan sebagai etalase untuk menampilkan pakaian adab tradisional, pelaminan dan beragam budaya dari masing-masing tempat. Mulai dari Kabupaten Aceh Besar hingga Langsa.

Pada saat awal dibangun, hanya ada 20 rumah adat dari 20 kabupaten atau kota. Seiring berjalannya waktu dan pemekaran kawasan, bertambahnya 3 kabupaten atau kota lagi, maka bertambah pula koleksi taman ini.

foto by instagram.com/iip.umar.rifai/

Nampak panggung utama yang digunakan sebagai pertunjukkan pentas seni budaya. Acara itu biasanya diikuti oleh semua atau 23 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Masing-masing kabupaten dan kota menampilkan pementasan kesenian khasnya.

Taman ini juga sebagai kawasan penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh setiap 5 tahun sekali. Even ini mempertunjukkan aneka ragam budaya dari setiap suku yang ada di Aceh alias Serambi Mekkah. Diantaranya Suku Aceh, Suku Singkil, Suku Gayo, Suku Tamiang dan beberapa suku lain.

foto by instagram.com/fransdelian/

Tak hanya itu, di Taman Ratu Safiatuddin tersebut juga kerap diselenggarakan kegiatan masak-memasak kuliner khas dari berbagai kabupaten kota. Kegiatan ini diadakan oleh ibu-ibu PKK, yang mana hasil masakannya nanti dibagikan pada pengunjung secara gratis.

Saat sore, taman ini ramai dengan pengunjung, khususnya bawah umur. Mereka bermain sepatu roda di area sekitar panggung. Ada pula orang akil balig cukup akal yang sekedar melepaskan penat untuk penyegaran pikiran selepas menjalankan rutinitas. Saat berkunjung, jangan lupa mengambil beberapa foto.

Fasilitas Yang Ada

foto by instagram.com/syareefah.iddruss/

Untuk menunjukkan kenyamanan bagi pengunjung, Taman Rati Safiatuddin dilengkapi berbagai akomodasi. Adapun fasilitasnya seperti toilet umum, daerah parkir, daerah sampah, mushola dan lainnya. Tak jauh dari lokasi ini, ada penginapan atau hotel jika ingin bermalam.

Di akrab tempat taman juga ada Masjid Agung Al-Makmur, anda dapat berwisata kesana. Sedangkan jikalau lapar, ada pedagang kaki lima yang memberikan bermacam-macam pilihan kuliner. Di sekitar lokasi juga ada cafe, warung serta rumah makan.

Letak Dimana

foto by instagram.com/bennafi/

Alamat Taman Safiatuddin berada di Jl. Senangin, Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Lokasinya cukup strategis, dekat dengan Kantor Gubernur Aceh dan Masjid Agung Al Makmur. Makara, tak sulit menjangkaunya baik menggunakan kendaraan pribadi atau umum.

Harga tiket masuk taman ialah gratis atau tidak dikenakan biaya sepeserpun. Anda mampu menikmati pemandangan serta citra rumah budbahasa+pakaian khas Aceh secara gratis. Jam buka mulai pagi sampai menjelang magrib (08.00 – 18.00 WIB).

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni