Tandon Ciater Tutup Jam Berapa

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”7992″
data-slug=””>

5
/
5
(
3

votes

)

Lokasi: Jl. Widya Kencana, Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310

Map: Klik Disini

HTM: Rp. 3.000 Sepeda Motor dan Rp. 5.000 Mobil

Buka Tutup: 06.00 – 17.00

Telepon: –

Wilayah perkotaan identik dengan banyaknya bangunan dengan tinggi menjulang dan padat dengan penduduk. Sangat susah bila mencari daerah wisata di kawasan ini. Warga kota umumnya berlibur di taman-taman kota maupun di pusat perbelanjaan, sebab itulah satu-satunya solusi kalau ingin berwisata tidak jauh dari rumah.

Memang tidak ada pilihan lain, namun yang terpenting yakni bisa keluar bersama keluarga tercinta gotong royong itu sudah lebih dari cukup. Beruntunglah bagi Anda warga Tangerang, karena ada daerah wisata baru selain pusat perbelanjaan maupun taman kota. Tempat wisata ini berupa tandon.

foto by instagram.com/dinifelicitas

Mencapai 7 Hektar

Seperti yang kita ketahui bersama, tandon berfungsi untuk menampung air. Umumnya penampungan air niscaya memiliki ukuran sangat besar. Penampungan air di Tangerang ini sendiri memiliki luas 7 hektar.

Nama tandon di Tangerang ini adalah Tandon Ciater. Alamat kawasan ini berada di jalan Widya Kencana, Ciater, Serpong, South Tangerang City.

Dari Dana Hibah

Pembangungan penampungan air berukuran sangat luas ini dibangun bukan tanpa tujuan. Pembangunannya sendiri ditujukan untuk menanggulangi banjir di ibukota dan tentu pembangunan ini didanai oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Walaupun demikian, tandon ini ternyata juga menjadi daerah wisata menarik khususnya bagi warga Tangerang.

foto by instagram.com/tangsel.life

Tandon Ciater BSD Serpong termasuk sebuah bangunan baru di Tangerang. Dulu kawasan ini sebelumnya merupakan daerah rawan banjir, sebab berupa tanah kosong yang tidak dipakai.

Pembebasan tanah dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan dan ketika ini telah menjadi sebuah mahakarya luas biasa berupa tandon dengan berjuta manfaat.

Ada Rumah Blandongan

foto by instagram.com/ernasakura98

Tidak hanya berfungsi untuk menampung air, di sekitar tempat ini juga dilengkapi dengan area untuk berkemah dan bangunan blandongan sebagai ciri khas Betawi. Bangunan khas Betawi itu memiliki luas 500 m2 dan menjadi blandongan terbesar di Indonesia.

Menelan 34 Milliar

Dilansir dari suaratangsel.com pada tahun 2015, dimana Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyampaikan bila Tandon Ciater dibangun dengan memakai dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dana hibah ini sebesar Rp. 10 milliar. Detail tujuan pembangunannya sendiri adalah untuk mengurangi debit air yang mengalir ke Kali Angke.

Walaupun pembangunan Tandon Ciater merupakan dana hibah dari Pemerintah Pusat DKI Jakarta, bukan berarti Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak ikut andil dalam pembangunannya. Pembangunan akses jalan area ini ialah bentuk andil dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

foto by instagram.com/tangsel.life

Infrastuktur tersebut menghabiskan dana sampai Rp. 24 milliar. Jalan ini sendiri memiliki panjang 1 kilometer. Jalan ini dimulai dari muka Kantor Kementrian Agama Tangerang Selatan hingga ke lokasi Tandon Ciater.

Air Hingga 120.000m3

Peresmian Tandon Ciater dilakukan ada 15 Januari 2016 silam oleh Walikota Tangerang Selatan, Ibu Airin Rachmi Diany. Air yang dapat ditampung oleh tandon dengan luas tempat mencapai 7 hektar ini juga sangat banyak, yaitu mencapai 120 ribu m3.

Tampungan air yang begitu banyak itu ternyata juga sangat bermanfaat bagi warga Tangerang Selatan, karena bisa menjadi persediaan air. Penampungan air ini bisa menjadi daerah vital, alasannya warga Tangerang Selatan semakin padat dan tentu membutuhkan air bersih jauh lebih banyak. Kepadatan penduduknya sendiri hampir 1,5 juta pada tahun 2014.

foto by instagram.com/xlastaver_yyach

Harga Tiket Masuk

Memasuki area tandon ini terbilang sangat terjangkau. Saat ini belum diketahui secara niscaya apakah sudah menggunakan tiket masuk atau tidak. Namun setelah mencari di beberapa sumber menyampaikan bila ingin berkunjung ke kawasan wisata gres di Tangerang ini cukup membayar biaya parkir saja.

Biaya parkir ini mampu jadi menjadi biaya tiket masuk. Biaya parkir untuk sepeda motor hanya Rp. 3.000 saja, sedangkan kendaraan beroda empat Rp. 5.000. Jika mengendari mobil maka tidak bisa masuk ke area tandon, melainkan parkir di sisi jalan dekat pintu masuk. Jika membawa motor maka langsung masuk saja melalui pintu yang sama.

Karcis parkir jangan hingga hilang, alasannya ketika keluar akan dilakukan pengecekan oleh petugas parkir. Di area pintu masuk ada beberapa tenda. Tenda ini ternyata menjual banyak sekali macam kuliner dan minuman serta ada tempat bermain untuk anak.

Dengan demikian, tidak hanya berfungsi sebagai penampungan air, Tandon Ciater juga menjadi ladang rezeki bagi banyak orang. Ini ialah proyek yang luar biasa cantik. Ibarat peribahasa, sekali dayung dua hingga tiga pulau terlampaui.

Tutup Jam Berapa

Lokasi tempat ini sudah tersedia di peta online, jadi sangat mudah jika ingin mengunjunginya. Jam berapa kawasan wisata ini dibuka? Tempat wisata Tangerang Selatan ini buka mulai jam 06.00 dan tutup jam 17.00.

Ekowisata Andalan

Tandon Ciater tidak hanya menjadi sebuah daerah wisata yang biasa-biasa saja dan menjadi daerah penampung air. Area ini ternyata menjadi lokasi Ekowisata andalah Tangerang Selatan. Mewujudkan hal itu, pihak terkait mulai menciptakan area ini menjadi hijau.

Selain itu, area ini juga akan menjadi lahan pertanian terpadu, ada pendopo bergaya tradisional dengan halaman luas, mushola, kantin dan toilet umum. Pendopo ini mampu digunakan untuk kumpul-kumpul dan sangat cocok dijadikan tempat diskusi, terutama bagi para pelajar, mahasiswa maupun komunitas.

foto by instagram.com/arcegumala

Tempatnya yang asri akan membuat suasana menjadi jauh lebih nyaman. Lokasi yang bersih dan hijau membuat diskusi lebih santai. Jika ingin berolahraga juga mampu dilakukan di sini, apalagi bagi yang menyukai lari pagi atau jogging, alasannya adalah di sini juga ada jogging track.

Dilarang Mancing

Di Tandon Ciater juga berbagai ikan. Namun ikan-ikan di sini dihentikan dipancing, karena tujuan disebarnya ikan di sini untuk menjaga ekosistem perairan di sana. Walaupun demikian ada hiburan lain yang mampu dilakukan, yakni memberi makan ikan.

foto by instagram.com/ndien_sahrudin

Kegiatan ini umumnya disukai banyak orang, alasannya ketika memberi pelet pada ikan. Ikan-ikan akan berebut memakannya dan menciptakan suasana menjadi ramai alasannya adalah air yang menyiprat-nyiprat akibat kibasan ekor dan ikan. Kegiatan ini akan membuat anak-anak sangat betah di sini.

Jangan khawatir mengenai peletnya, karena di sini ada penjualnya. Cukup mengeluarkan uang Rp. 1.000 hingga Rp. 2.000, pengunjung sudah bisa mendapatkan pelet. Jika memang mempunyai pelet ikan di rumah, maka mampu dibawa, hitung-hitung melaksanakan penghematan.

foto by instagram.com/chindirella_658

Jangan Buang Sampah Sembarangan

Dilansir dari kompasiana.com, pada tahun 2017, kondisi Tandon Ciater ternyata cukup mengenaskan. Bukan alasannya adalah infrastrukturnya rusak, melainkan keindahan serta kebersihan dikotori oleh sampah yang dibuang sembarangan. Sepertinya warga Tangerang Selatan masih belum mengerti bahaya sikap tersebut.

Hal ini terbukti dari fakta yang disampaikan kompasiana.com bila banyak sampah di jogging track, taman, tali kawat baja pembatas tandon dan di dinding-dinding tandon. Oleh sebab itu, jika berkunjung ke Tandon Ciater usahakan membawa kantong plastik untuk wadah sampah.

foto by instagram.com/toms.younggunners

Jika memang kawasan sampah di area ini sedikit, maka lebih baik bawa kembali sampah atau jangan membawa apapun dikala berkunjung ke sini. Akan menjadi ancaman jikalau sampah-sampah dibuang ke air tandon, sebab ini bisa mencemari ekosistem perairan yang disana.

Sudah sungai penuh sampah, ditambah juga tandon berisi sampah. Mungkin kedepannya tidak lagi menjadi penampungan air dan kawasan wisata, melainkan menjadi Tempat Pembuangan Sampah.

Oleh sebab itu, tidak peduli kita dari tempat mana, entah itu Jakarta, Surabaya, Banten maupun Pamulang dan tempat-daerah lain. Jika kita mengaku orang berpendidikan dan mempunyai budpekerti yang baik, maka mulai dari sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya, alasannya adalah semua yang besar dimulai dari yang kecil.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni