Telaga Bidadari, 1 Permata Di Tengah Hutan Muka Kuning

Telaga Bidadari yakni permata hijau di kota indutri Batam. Ternyata Batam memiliki tempat hutan lindung di tengah kota yang terdapat kolam pemandian yang indah. Tepat berlokasi di jalur air dari bukit Daeng, membuat pemikiran air terus mengalir memenuhi telaga.

Telaga Bidadari adalah permata hijau di kota indutri Batam. Ternyata Batam memiliki kawasan hutan lindung di tengah kota yang terdapat kolam pemandian yang indah
Telaga Bidadari. Image via: indonesia.tripcanvas.co

Telaga Bidadari ini merupakan salah satu destinasi wisata alam yang hanya ada satu-satunya gerojokan di Kota Batam. Untuk memasuki area wisata yang satu ini tentunya pengunjung dibutuhkan untuk berhati-hati dan menggunakan bantalan kaki yang tidak licin.

Kondisi atau medan untuk sampai di Telaga Bidadari mampu dikatakan masih alam banget, yang masih jalanan tanah yang sedikit lembab dan menanjak, jembatan kayu yang sempit. Tapi itu lah yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung Telaga Bidadari.

Setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih 1 setengah jam untuk sampai ke lokasi yang dituju, tapi terbayar sudah apabila sudah sampai di lokasi tujuan. Air yang bersih dan jernih, dingin yang dapat membuat betah bagi siapa saja yang berada disana.

Air terjun di telaga ini memiliki tinggi 3 meter sehingga wisatawan dapat melompat dari atas kebawah dengan lebih aman,
Pancuran Bidadari. Image via: elevenia.co.id

Simak juga: Ragam Wisata Kepulauan Riau

Lokasi Telaga Bidadari

Telaga Bidadari terletak di dalam Kawasan Hutan Muka Kuning, kecamatan Sungai Beduk. Jalan masuk menuju hutan ini dimulai dari Perumahan Otorita di Kawasan Simpang Dam, sempurna di sebrang Pintu I Kawasan Industri Batamindo Muka Kuning, Batam

Rute Menuju Telaga Bidadari

Jika dari Batam Center (sentra pemerintahan) pengunjung harus menuju Muka Kuning terlebih dahulu. Setelah itu tepat di depan gerbang kiri Kawasan Industri Batamindo terdapat gang masuk Kampung Aceh. Gang tersebut salah satu kanal menuju tempat hutan lindung.

Jam Buka Telaga Bidadari

Lokasi wisata ini buka 24 jam. Kondisi ini sebagian besar disebabkan belum adanya pengelola tetap yang menangani objek wisata ini.

Tiket Telaga Bidadari

Pengunjung biasanya diminta membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000. Sebenarnya tidak ada tiket masuk menuju kawasan ini. Karena statusnya bukan daerah objek wisata melainkan hutan lindung. Namun terkadang ada saja yang memungut pungutan dengan dalih uang kebersihan.

Lingkungan telaga bidadari Batam rimbun menghijau
Lingkungan yang Hijau. Image via: Zayn

Fasilitas Telaga Bidadari

Objek wisata yang satu ini sendiri masih tersembunyi sehingga tidak banyak akomodasi yang ditawarkan alasannya adalah kawasan sekitar pun berupa pepohonan rimbun dan hutan rindang dengan kesan sejuk. Air terjun yang lebih seperti pancuran kecil di telaga ini pun masih terjaga keasrian nya, alasannya adalah ada di hutan lindung.

Selain itu sebab tidak adanya penjual kuliner atau warung-warung yang buka di wilayah sekitar gerojokan menciptakan para wisatawan harus membawa kuliner dan bekal sendiri.

Fasilitas parkir kendaraan pun tidak ada sehingga pengunjung harus berjalan kaki menyusuri hutan lindung Mukakuning dahulu. Atau menitipkan kendaraan di area perumahan warga di Kampung Aceh. Dimana perkampungan ini berjarak sekitar 2 hingga 3 kilometer menuju lokasi air terjun.

Daya Tarik Telaga Bidadari

  1. Trekking

Rindangnya pepohonan lokasi ini menjadi pemandangan yang menyejukkan mata di tengah hijaunya hutan
Perjalanan. Image via: sarahjalan.com

Simak juga: Bukit Selong, memandangi Lombok Dari Ketinggian

Rindangnya pepohonan lokasi ini menjadi pemandangan yang menyejukkan mata di tengah hijaunya hutan. Karena sudah sering dikunjungi warga, jalan menuju telaga tidak cukup sulit. Hanya ada beberapa jalan mendaki dan menurun, begitu juga terdapat tiga sungai kecil yang harus dilewati dengan jembatan sedaannya.  Dibutuhkan waktu hampir satu jam untuk mampu sampai ke telaga.

Perjalanan menuju telaga akan melewati 4 jembatan. Pastinya bukan jembatan betulan, namun sebuah batang kayu yang membantu menyeberangkan pengunjung tanpa berbasah-basahan melewati sungai.

Dibeberapa bagian jalan tampak tersedia kawasan duduk yang dibuat dengan ranting kayu menghadap ke Waduk Dam Muka Kuning. Suara-suara burung dan hembusan angin cukup menciptakan pengunjung paham bahwa masih ada alam ditengah gedung-gedung industri Kota Batam.

Perjalanan menuju telaga akan melewati 4 jembatan. Pastinya bukan jembatan betulan, namun sebuah batang kayu yang membantu menyeberangkan pengunjung tanpa berbasah-basahan melewati sungai.
Titian kayu. Image via: Halim Wowor

Menjelang sampai ke Telega Bidadari pengunjung bakal diadang kondisi jalan yang menanjak, landai serta menurun. Begitu juga akar-akar pohon yang menjulang di sepanjang jalan akan menjadi rintangan sendiri. Kawasan ini tepat menjadi rute tracking bagi pencinta alam.

Tidak mampu dibayangkan dari kejauhan sudah terdengar kegirangan para pengunjung yang sudah menikmati  Telaga Bidadari. Telihat watu-batu menjulang di sisi kanan dan kiri telaga. Beberapa pengunjung nampak menikmati pemandangan diatas bebatuan itu sambil berfoto ria.

  1. Telaga dan air terjun

Air telaga ini menyejukan. Apalagi ditambah suasana perpohonan yang mengapit telaga. Tidak hanya itu jikalau ditelusuri bagian atas telaga nampak air jernih mengalir di atas bebatuan. Rumput-rumput berjejeran ditepinya. Bunyi ajaran air dan ukiran dedaunan balasan tiupan angin menambah eksotis  Telaga Bidadari.

Keindahan alamnya yang murni membuat banyak wisatawan menambil foto dan gambar hingga mengabadikannya dalam bentuk sebuah video
Air terjun Pancuran. Image via: @jelajahbatam

Simak juga: Puncak Widosari, melihat maritim selatan dari 1000 mdpl

Di bagian kanan telaga terdapat kerikil menjulang ke tengah bak. Sehingga kerap dijadikan pijakan favorit untuk melompat dari atas kerikil ke bawah telaga bidadari dan berenang.

Air terjun di telaga ini mempunyai tinggi 3 meter sehingga wisatawan mampu melompat dari atas kebawah dengan lebih kondusif, namun tetap disarankan untuk berhati-hati alasannya adalah kawasan ini sendiri masih kurang pengawasan keamanan. Airnya sangat sejuk, jernih, segar dan bening, masih terjaga kebersihannya.

Keindahan alamnya yang murni menciptakan banyak wisatawan menambil foto dan gambar hingga mengabadikannya dalam bentuk sebuah video. Tak hanya itu, beberapa grup pecinta alam banyak yang mendirikan tenda disini untuk berkemah dan kemping, area kemah disini pun dirasa cukup aman.

  1. Camping

Pada dikala weekend pengunjung mampu mengajak keluarga dan bahkan anak untu trekking ke Hutan ini sekalian berkemah 1-2 malam. Mengajak anak berkemah mampu mengajari anak supaya tidak takut. Apalagi jikalau dilakukan berbarengan oleh 2-3 keluarga, tentu akan lebih seru.

akar-akar pohon yang menjulang di sepanjang jalan akan menjadi rintangan sendiri. Kawasan ini tepat menjadi rute tracking bagi pencinta alam
Menuju Telaga Bidadari. Image via: linasasmita.com

Setelah menyebrang sungai, pengunjung mampu menemukan lokasi untuk kemping di sebuah tanah lapang di tepi telaga. Bahkan konon ada sepasang suami istri yang tiap sabtu ahad menginap dan berkemping di hutan ini.

Mereka berdua sungguh kreatif dalam mengisi libur tamat pekan. Ketika orang-orang mencari hiburan di antara hingar bingar keramaian kota, mereka berdua malah selalu menyepi sambil memancing di tepi sungai. Mencari keheningan dari salah satu sudut hutan Batam yang masih tersisa.

Menjelang sore pengunjung mampu mengajak anak untuk mandi berendam di air sungai yang mengalir hening. Anak anak akan asik bermain dalam segar nya air ini. Salah satunya main kapal-kapalan, dihanyutkan, dikejar kemudian ditangkap. Dihanyutkan, dan dikejar lagi.

Saat malam mulai menjelang, Lilin, lampu gantung, dan senter mulai dinyalakan. Untuk tidur, selain di tenda,  pengunjung bisa bergelayut di hammock yang dipasang di pohon-pohon di tepi sungai. Malam juga mampu diisi dengan mancing di tepi telaga.

ceria bersama menciptakan kenangan tak terlupakan di telaga bidadari
Ceria bersama. Image via: sarahjalan.com

Simak juga: Curug Ciastana dengan kolam 2 tingkat nya

Objek Wisata Dekat Telaga Bidadari

Di Batam, selain telga bidadari yang indah ini ada juga aneka macam objek wisata lain. Untuk pantai, ada Pantai Nongsa. Pantai ini merupakan salah satu daerah wisata di Batam yang luar biasa. Ombak maritim biru, pasir putih, terumbu karang, sampai arena outbound mengakibatkan Pantai Nongsa surga alam.

Di Batam ada juga Ocarina Park. Taman bermain seluas 40 hektar ini terletak di tepi pantai. Di Ocarina Park, terdapat berbagai wahana yang menarik, seperti Giant Wheel atau kincir angin raksasa dengan diameter 30 m.

Itulah sedikit gambaran keindahan dan gosip lengkap mengenai wisata Telaga Bidadari yang ada di Batam. Datanglah bersama sanak saudara, keluarga, maupun para teman. Jangan lupa untuk tetap menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan obyek wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Selamat berlibur!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni