Waikelo Sawah, Sumber Air Yang Tak Pernah Kering Di Pulau Iklim Savana

Air Terjun Waikelo Sawah merupakan salah satu sumber air di Sumba yang tidak pernah kering. Terletak di kawasan dengan topografi perbukitan dan lokasi sejuk, menambah pesona lokasi ini. Sumber airnya dari sungai bawah tanah.

Air Terjun Waikelo Sawah merupakan salah satu sumber air di Sumba yang tidak pernah kering. Terletak di daerah dengan topografi perbukitan dan lokasi sejuk, menambah pesona lokasi ini.
Waikelo Sawah. Image via: idntimes.com

Berada di kaki bukit, dikelilingi pepohonan rimbun dan sawah-sawah penduduk setempat, menjadikan suasana di Waikelo Sawah ini sangat teduh dan menyegarkan.

Walaupun awalnya dibangun untuk PLTA, sekarang eksistensi sumber air ini juga malah dijadikan destinasi wisata. Sebagai tempat melepas penat hanya untuk sekedar menikmati suasana teduh diantara rimbunnya pepohonan di sekitar bendungan.

Letaknya yang berada di atas bukit mengakibatkan siapapun betah berada di sana. Namun, ada peringatan untuk tidak berenang karena arus airnya memang cukup deras.

Bendungan indah nan jernih ini pun lebih mirip gua alami selebar 4m dengan ketinggian sekitar 3m. Sebuah gua dengan panorama hutan hijau dan pintu masuk watu yang indah serta lebih terlihat seperti desain arsitektur alam terbaik.

Kolam dalam goa waikeko sawah
Kolam dalam goa. Image via: indonesiakaya.com

Simak juga: 11 lokasi indah di Sumba

Lokasi Waikelo Sawah

Waikelo Sawah terletak di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rute Menuju Waikelo Sawah

Apabila pengunjung memulai perjalanan menjelajahi Sumba dari arah Bandara Tambolaka ke arah pusat Kota Waikabubak, bergotong-royong akan melewati Waikelo Sawah. Dengan jarak sekitar 12 km dari Tambolaka, ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya.

Perjalanan menuju lokasi mampu ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Kondisi jalan menuju lokasi juga sudah beraspal halus, namun ada beberapa titik di erat lokasi yang masih berkerikil.

Belum terdapat transportasi umum ke lokasi, sehingga pengunjung yang hendak mengunjungi Waikelo Sawah dapat mengunakan jasa ojek dari Tambolaka atau menyewa kendaraan dari kota. Begitu pula halnya dengan fasilitas umum lainnya.

Sawah Sekitar Waikelo Sawahs elalau subur karena limpahan air yang ada sepanjang tahun.
Sawah Sekitar Waikelo. Image via @meme comik Sumba 

Jam Buka Waikelo Sawah

Waikelo Sawah terbuka 24 jam sepanjang pekan untuk dikunjungi. Dengan demikian pengunjung mampu leluasa mengatur waktunya sesuai dengan kesempatan yang dimiliki.

Tiket Waikelo Sawah

Untuk mampu masuk dan menikmati keindahan area Waikelo Sawah, pengunjung tidak diwajibkan membeli tiket masuk. Kondisi berlaku sepanjang pekan, termasuk di akhir pekan dan hari libur.

Fasilitas Waikelo Sawah

Belum terdapat fasilitas umum penunjang kegiatan wisata di sekitar Waikelo Sawah. Tidak ada warung makan dan toilet yang memadai. Solusi atas problem ini, pengunjung dapat membeli bekal masakan dan minuman ringan terlebih dahulu di Tambolaka.

Akomodasi terdekat ada di Desa Tambaloka, ialah Sumba Hospitaly Foundation. Ada 5 kamar yang disewakan dengan kisaran harga 700 ribu rupiah  per malamnya. Ada juga Oro Beach Houses dengan harga serupa. Kedua akomodasi ini sama-sama membutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari Desa Tema Tana.

Daya Tarik Waikelo Sawah

  1. Gua yang Asri

gua weikelo sawah yang asri dan alami
Gua yang asri. Image via: @maarcymaarcy

Simak juga: Pulau Diyonumo

Bendungan ini menjadi destinasi favorit untuk dikunjungi saat isu terkini kemarau. Yakni Februari hingga Maret. Gua Waikelo Sawah mempunyai bentuk yang besar dan menunjukkan pesona alam unik. Stalaktit yang ada di langit-langit gua menambah keindahannya.

Pengunjung bisa berenang dan menikmati dinginnya air yang jernih dan mengalir dari mulut gua. Berada di kaki bukit, dikelilingi pepohonan rimbun dan sawah-sawah penduduk setempat, menimbulkan suasana di sumber air  ini sangat teduh dan menyegarkan.

Di sekitar Waikelo Sawah, juga dibangun kolam-kolam ikan air tawar, mirip lele, nila, dan karpel. Semua kesegaran itu menjadi lebih menarik lagi, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari sentra kota. Hany berjarak 33 kilometer dari pusat Kota Tambolaka.

  1. Bekas Bendungan PLTA

Bendungan PLTA weikelo sawah yang dibnagun pada tahun 70-an.
Bendungan PLTA. Image via: indonesiakaya.com

Bernama Waikelo Sawah ialah objek wisata yang seperti dengan gua. Lokasi ini dulunya yaitu bendungan yang dirancang oleh Camat Lele Umbu Zogara untuk tujuan irigasi dan pembangkit listrik pada 1976.

Kala itu, pengadaan pembangkit listrik inipun menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pertama di Sumba. Kini, bendungan indah nan jernih ini lebih seperti gua alami selebar 4 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter.

  1. Air Yang Melimpah

air yang melimpah di weikelo sawah selalau tersedia sepanjang tahun
Air yang melimpah. Image via: acurat.co

SImak juga: Pantai Malalayang

Bumi Sumba mempunyai iklim yang unik yaitu animo kemaraunya yang lebih panjang, sekitar 9 bulan lamanya sedangkan ekspresi dominan penghujannya hanya terjadi sekitar 3 bulan. Hal tersebutlah yang mengakibatkan tanah Sumba cenderung tandus, kering dan bahkan di beberapa titik juga kesulitan air.

Namun untungnya, di Sumba banyak terdapat sumber mata air tawar dan salah satunya yang tak pernah kering meskipun ekspresi dominan kemarau. Debit air yang mengalir dari bendungan Waikelo Sawah ini cukuplah deras yakni diperkirakan mencapai 1000 liter/ detik.

Berlimpahnya fatwa air di mata air ini ternyata sangat berkhasiat bagi penduduk desa setempat. Aliran air dari Waikelo Sawah ini mampu mengairi persawah untuk beberapa desa diantaranya Desa Tema Tana, Kalembu Ndara Mane, Mareda Kalada, Pada Eweta, Wee Rame, Dikira dan Desa Tanggaba.

Terkadang di akrab bak, pengunjung bakal melihat sejumlah penduduk lokal setempat yang datang. Mereka mandi dan membasuh pakaian sambil mencicipi pemandangan di sekitar. Apalagi saat trend kemarau tiba, Waikelo Sawah akan paling ramai didatangi.

  1. Kolam yang tenang

kolam alam yang tenang terdapat di sekitar waikelo sawah
Kolam yang hening. Image via: kurio.id

Waikelo Sawah ini sekilas berbentuk serupa dengan gua alami selebar 4m dengan elevasi sekitar 3m. Dimulut guanya menyusun sebuah empang dengan air yang paling jernih. Kolam airnya sekilas tampak damai.

Walau tampak hening, pengunjung tidak diizinkan berenang disebabkan terdapatnya arus besar di dalam empang tersebut. Konon empang tersebut pernah memakan korban.

Di dalam bendungan dan gua di Waikelo Sawah ini terdapat riam yang menjadi sumber pedoman airnya. Aliran gerojokan tersebut mengalir ke kolam di ekspresi gua, kemudian dibendung. Bendungan inilah yang dahulu dimanfaatkan untuk memutar turbin PLTA.

Tips Mengunjungi Waikelo Sawah

Bagi kalian yang tertarik mengunjungi Waikelo Sawah, sebaiknya datang pada bulan Februari, Maret ataupun November. Karena pada bulan-bulan tersebut, akan diselenggarakan tradisi rutin masyarakat Sumba yaitu tradisi Pasola dan Wula Podu yang sangat sayang untuk dilewati bila sedang menjelajahi tanah Sumba.

Terkadang di dekat kolam, pengunjung bakal melihat sejumlah penduduk lokal setempat yang datang. Mereka mandi dan membasuh pakaian sambil merasakan pemandangan di sekitar
Warga lokal. Image via: triptrus.com

Simak juga: Danau Habema Papua

Objek Wisata Dekat Waikelo Sawah

Masih di kabupaten Sumba Barat Daya, terdapat juga sebuah wisata unik, Yaitu Desa Ratenggaro. Keunikan dari Desa Ratenggaro terletak pada bentuk rumah budbahasa (Uma Kelada) yang bentuknya unik, seperti menara menjulang tinggi dengan ketinggian 15 meter.

Atap dasarnya berbahan jerami dan tinggi rendahnya atap disesuaikan dengan status sosial warga. Umumnya terdiri dari empat tingkat. Ratenggaro sendiri memiliki arti ‘Rate’ berarti kuburan, sedangkan ‘Garo’ berarti orang Garo.

Ada juga Bukit Ledongara. Bukit ini menunjukkan panorama alam yang begitu eksotis yang mampu menghipnotis siapa saja untuk mengunjungi  bukit ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata favorit bagi para wisatawan yang ingin menikmati indah alam di kawasan Sumba Barat Daya.

Pemandangan yang disajikan ialah hamparan padang rumput savana yang sangat luas yang menyejukkan mata. Jika ekspresi dominan hujan hamparan padang savana ini akan berwarna hijau sehingga membuat rileks. Sebaliknya trend kemarau akan tampak kuning kecoklatan.

Demikian sekilas gambaran pesona yang dimiliki Gua Waikelo Sawah. Tentu saja ini hanya sebagian kecil saja, masih ada banyak sensasi yang bisa anda peroleh dengan mendatangi langsung lokasi ini.

Selamat Berlibir!!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni