Wisata Alam Bukit Panenjoan

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”6276″
data-slug=””>

4.5
/
5
(
4

votes

)

Lokasi: Kampung Cinangka, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Jawa Barat

Map: Klik Disini

HTM: Rp.5.000

Buka Tutup: 08.00 – 17.00 WIB

Suguhan Memukau

Saat berbicara perihal kawasan perbukitan dengan suguhan pemandangan alam yang memukau di Jawa Barat, selama ini yang menjadi pusat perhatian hanya Majalengka dengan Terasiring Panyaweuyan dan Bandung dengan Puncak Bintang di Cimeyan serta Tebing Keraton di Dago.

Namun sejak tahun 2016 yang kemudian, Purwakarta pun juga memiliki kawasan wisata sejenis dengan pesona alam yang tidak kalah dari Terasiring Panyaweuyan, Puncak Bintang maupun Tebing Keraton. Tempat wisata tersebut berjulukan Panenjoan.

foto by instagram.com/andrysatryeah

Memanfaatkan daerah yang diatasnya tumbuh hamparan perkebunan teh dan banyak sekali jenis pepohonan yang hijau, masyarakat desa setempat memanfaatkan potensi alam yang ada dan mengolahnya menjadi sebuah objek wisata.

Karena memiliki modal indahnya panorama alam ditambah jembatan bambu unik serta spot dan properti foto yang menarik, tidak butuh waktu usang bagi objek wisata yang gres bangun ini untuk dapat dikenal luas dan menjadi tujuan wisatawan.

Selayang Pandang

foto by instagram.com/ciletuh

Bukit Panenjoan bukan merupakan bagian dari Geopark Ciletuh Sukabumi yang telah dikukuhkan sebagai Geopark Nasional. Geopark Ciletuh yakni taman alam yang dibuat oleh batuan purba yang berumur jutaan tahun.

Beberapa objek wisata lain yang menjadi bagian dari Geopark Ciletuh diantaranya ialah Curug Awang, Curug Sodong, Curug Cikanteh, Curug Cimarinjung, Puncak Darma, Pantai Palangpang, dan beberapa objek wisata lain yang ada di tempat Ciletuh Sukabumi.

foto by instagram.com/sansadhia

Nama Panenjoan berasal dari kata “Nenjo” yang dalam Bahasa Sunda mempunyai arti “Melihat”. Masyarakat Kampung Cinangka menamakannya Bukit Panenjoan, karena di atas bukit tersebut mampu dilihat kawasan sekeliling termasuk Danau Jatiluhur dan Gunung Sangga Buana yang ada di kejauhan.

Awalnya bukit ini hanya kawasan perbukitan biasa yang hanya dikunjungi oleh warga sekitar. Namun sesudah tempat di sekitarnya dihijaukan dengan aneka macam pepohonan utamanya kebun teh yang dikelola PT Kartini Wana Raya, jumlah pengunjung yang tiba pun dari waktu ke waktu semakin bertambah.

foto by instagram.com/sherlyputri19

Apalagi tidak jauh dari kawasan bukit, terdapat Makam Syaikh Daka yang juga dikenal dengan sebutan Syaikh Serepong, adik dari Syaikh Dako Rancadarah Purwakarta.

Makam yang dikeramatkan ini setiap malam Jumat selalu ramai dikunjungi para peziarah, sehingga Panenjoan pun semakin dikenal alasannya adalah tidak sedikit peziarah yang datang menyempatkan diri untuk menuju ke tempat bukit.

Potensi itulah yang dicium oleh warga Desa Sindang Panon, sehingga menggandeng PT Kartini Wana Raya untuk mengelola tempat ini menjadi tempat wisata.

Dengan membangun jembatan dari bambu yang panjangnya mencapai ratusan meter berketinggian sekitar 5 – 7 meter dari atas permukaan tanah serta melengkapinya dengan sejumlah spot foto, pada tahun 2016 Bukit Panenjoan diresmikan sebagai objek wisata baru.

foto by instagram.com/aditlupus_80s

Nama tempat wisata baru ini hampir sama dengan nama objek wisata lainnya, nama gunung dan beberapa daerah yang ada di Provinsi Jawa Barat dan Banten.

Seperti Panenjoan Rancakalong dan Jatigede yang ada di Sumedang, Panenjoan Cimanggeng di Cilacap, Panenjoan Kuningan, Panenjoan Cicalengka di Bandung, Bukit Panenjoan di Ciemas dan Cibadak Sukabumi, Wisata Panenjoan Ciwaru di Ciamis, Panenjoan Carenang, Gunungsari dan Mancak di Banten, Gunung Panenjoan di Dayeuhluhur Cilacap dan Gunung Panenjoan di Tasikmalaya.

Serta sejumlah spot foto menawan yang ada Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Hanya saja, ada pemanis kata “Salem” di belakang nama objek wisata yang ada di Brebes, sehingga memiliki nama Bukit Panenjoan Salem, karena lokasi bukit berada di Kecamatan Salem.

Setelah dibuka untuk umum, pengunjung yang ingin ke lokasi wisatapun dikenakan biaya masuk dan juga biaya parkir kendaraan. Jam kunjungan dibatasi dari jam 08.00 – 17.00, alasannya selepas maghrib, jalan yang menuju ke atas bukit tidak memungkinkan untuk dijelajahi alasannya belum dilengkapi dengan sarana penerangan.

Rute Menuju Lokasi

foto by instagram.com/angz_septiyana

Dengan alamat di Kampung Cinangka, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, jarak Panenjoan dengan sentra Kota Purwakarta hanya sekitar 17 km, sehingga relatif dekat dan mudah diakses.

Jalan yang menuju lokasi kondisinya juga cukup baik, hanya saja tidak begitu lebar, sehingga agak sulit untuk dilewati kendaraan sejenis bus dan truk.

Perjalanan yang diawali dari Kota Purwakarta dapat mengambil rute yang menuju Wanayasa, dilanjutkan ke Pondok Salam. Setelah itu melewati Gapura Indung Rahayu yang merupakan pintu masuk Desa Salem dengan membelokkan kendaraan ke arah kanan.

Ikuti terus jalan yang lurus sepanjang 10 km dan di sana nanti dapat Anda temukan sebuah rambu penunjuk jalan menuju ke Kampung Cinangka, daerah Bukit Panenjoan berada.

foto by instagram.com/irmansyach_

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit dari Kota Purwakarta, Anda akan tiba di area parkir daerah wisata. Sesampai di sini, Anda sudah dapat mencicipi segarnya udara pegunungan dan mampu memulai aktifitas mengambil gambar, alasannya pemandangan sekitar memang instagramable.

Tapi bukan berarti perjalanan sudah berakhir, sebab sesudah membeli tiket dan memasuki pintu gerbang wisata, Anda masih diharuskan berjalan kaki sejauh 1 – 1,5 km.

Sekitar 300 meter dari loket terdapat kompleks warung dan kios-kios. Apabila tidak membawa bekal, sempatkan untuk membeli masakan dan minuman terlebih dahulu, alasannya adalah di lokasi wisata tidak ada penjual kuliner.

Lanjutkan lagi tracking hingga menemukan mushollah dan toilet yang menjadi penanda bahwa tempat yang dituju jaraknya sudah akrab. Setelah itu mampu Anda jumpai hamparan perkebunan teh yang dihiasi jembatan dari bambu dengan pemandangan yang sangat eksotis.

Berburu Keindahan

Di lokasi wisata, pengunjung mampu memulai aktifitas dengan naik ke jembatan bambu yang mempunyai ketinggian 5 – 7 meter dari atas permukaan tanah.

Jembatan yang membentang di atas perkebunan teh tersebut panjangnya ratusan meter dengan bentuk melingkar. Meski terbuat dari bambu, pengunjung tidak perlu khawatir jembatan akan roboh, alasannya adalah dirancang dengan sangat kokoh.

https://www.instagram.com/nizar_alazam/

Pada beberapa bagian jembatan dihiasai gardu pandang berbentuk saung dengan atap rumbia serta spot-spot menarik dan properti untuk berfoto.

Di atas jembatan inilah dapat dilihat indahnya pemandangan mulai dari hijaunya area perkebunan teh, area persawahan dan perumahan penduduk, jajaran bebukitan sampai dengan Waduk Jatiluhur dan Gunung Sangga Buana.

Di sinilah Anda dapat menghabiskan memori kamera atau HP Anda untuk melukis keindahan alam lewat bahasa gambar, serta memanfaatkan spot dan properti yang ada untuk berfoto. Tidak ada batasan berapa usang Anda berada di lokasi, seberapa banyak spot foto yang digunakan serta banyaknya foto yang dibentuk.

Hanya saja saat demam isu liburan, pengunjung juga harus bertenggang rasa dengan pengunjung lainnya yang juga ingin memanfaatkan property yang sama untuk berfoto, sehingga usahakan untuk tidak terlalu lama berada di satu spot foto.

Aktifitas dan kreatifitas warga Desa Sindang Panon dalam memanfaatkan lokasi Geopark ini pantas untuk diapresiasi, alasannya adalah daerah Geopark memang merupakan daerah terpadu yang mampu dimanfaatkan untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat dengan tetap menunjukkan derma serta menjaga warisan geologi secara berkelanjutan.

foto by instagram.com/equatrindc

Harga Tiket Masuk

Untuk memasuki area wisata, harga tiket masuk yang dikenakan untuk setiap pengunjung hanya sebesar Rp.5.000 ditambah ongkos parkir sebesar Rp.3.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk mobil. Dengan HTM tersebut pengunjung dapat berada di lokasi sepuas-puasnya dan berfoto sebanyak-banyaknya tanpa ada komplemen biaya lagi.

Karena itulah harga tiket terbilang murah, alasannya adalah di kawasan wisata lain yang juga menjual spot foto kekinian, ada yang mengenakan biaya suplemen untuk setiap spot foto yang ingin dipakai oleh pengunjung.

Fasilitas Umum

Hanya saja untuk fasilitas umum bagi wisatawan, Bukit Panenjoan memang masih terbilang minim. Hal tersebut selain disebabkan alasannya adalah tempat wisata ini memang masih baru berdiri, juga alasannya adalah sistem pengelolaannya murni dipegang oleh masyarakat desa setempat.

Namun jikalau hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar mirip kamar mandi, toilet dan mushollah, pengunjung tidak perlu resah. Begitu juga untuk membeli makanan dan minuman, sebab tidak jauh dari pintu masuk terdapat kompleks warung yang menjual banyak sekali macam makanan sederhana dengan harga yang sangat terjangkau.

Keterbasan lainnya ialah kemudahan akomodasi yang tidak ada satu penginapanpun di sekitar lokasi, sehingga pengunjung yang datang dari luar kota harus menuju ke Kota Purwakarta untuk mencari hotel serta kawasan penginapan yang lain.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni