Wisata Danau Maninjau

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”6847″
data-slug=””>

5
/
5
(
3

votes

)

Lokasi: Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Map: Klik Disini

HTM: Gratis

Buka Tutup: 24 Jam

Dalam sebuah karya sastranya yang sangat fenomenal dalam bentuk novel berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wick”, Buya Hamka menggambarkan dengan sangat romantis keindahan alam di kawasan Danau Maninjau.

Melalui novel yang sudah disinetronkan dan juga dibuatkan filmnya tersebut, siapapun bakal termakan untuk berkunjung ke tanah kelahiran dari seorang Pahlawan Nasional, Ulama dan Sastrawan Besar yang berjulukan Buya Hamka, sebab Danau Maninjau memang mempunyai panorama yang sangat memukau.

foto by instagram.com/feryfebrizon

Selain mempunyai panorama yang menggoda, Maninjau juga menjadi salah satu pemasok utama ikan di wilayah Sumatera Barat utamanya di Kabupaten Agam, alasannya adalah banyaknya ikan yang dihasilkan oleh danau ini, baik ikan yang hidup di perairan lepas dan ditangkap para nelayan maupun yang dibudidayakan menggunakan keramba jaring apung (KJA).

Besarnya potensi Maninjau sebagai penghasil ikan mampu dilihat dari besarnya kerugian para pemilik pembudidayaan KJA pada ketika terjadinya topan dan curah hujan yang tinggi di final bulan November 2017 yang kemudian. Akibat dari peristiwa alam tersebut, sebanyak 50 ton ikan mati dengan total kerugian mencapai Rp.1,5 Milyar.

Alam yang mempesona dan ikan yang melimpah hanya sebagian saja dari apa yang disuguhkan danau ini. Masih banyak daya tarik lainnya yang dimiliki Maninjau, sehingga destinasi ini wajib dimasukkan ke dalam daftar kunjungan pada ketika melaksanakan trip ke Sumatera Barat.

foto by instagram.com/aliqpombunai

Deskripsi Singkat

Danau yang mempunyai panjang 16 km dan lebar 7 km ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia dan terluas kedua di provinsi Sumbar setelah Danau Singkarak yang luasnya sekitar 129,69 km2.

Danau Maninjau berada pada ketinggian 461,50 meter dpl dengan luas area permukaan 99,5 km2, volume air 10.4 km2 serta kedalaman rata-rata 105 meter dan kedalaman maksimal diperkirakan mencapai 165 meter.

Maninjau merupakan danau vulkanik sebab terbentuk dari letusan Gunung Sitinjau yang terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu. Akibat dari letusan tersebut, sebanyak 220 – 250 km3 material piroklastik berhamburan dan terbentuk kaldera yang kini menjadi Danau Maninjau.

foto by instagram.com/beteunk_

Maninjau menjadi sumber air dari sebuah sungai besar bernama Batang Sri Antokan yang bab hulunya dimanfaatkan untuk PLTA Maninjau. Berada di atas ketinggian dan dikelilingi oleh perbukitan, membuat tempat sekeliling Maninjau memiliki udara sejuk. Diantara perbukitan yang mengelilingi area danau, puncak yang tertinggi dikenal dengan sebutan Puncak Lawang.

Terlepas dari sejarah terbentuknya danau ini dan di luar kacamata keilmuan, terdapat legenda atau dongeng misteri ihwal asal undangan Danau Maninjau yang dikenal dengan Kisah Bujang Sembilan. Konon dulu ada 10 bersaudara yang terdiri atas 9 bujang atau laki-laki dan 1 perempuan.

Suatu saat perempuan tersebut menjalin asmara dengan seorang laki-laki bernama Sigiran. Hubungan tersebut tidak disetujui oleh kesembilan saudaranya. Karena gadis itu tidak mau berdasarkan, kesembilan saudaranya lalu membuat fitnah dan berbagi ke tengah-tengah masyarakat bahwa korelasi keduanya telah melampaui batas dan melanggar norma masyarakat.

foto by instagram.com/padangtour

Masyarakat yang terbawa oleh fitnah menjadi marah dan menghukum keduanya dengan menceburkan ke dalam kawah Gunung Sitinjau. Sebelum jatuh ke dasar kawah, gadis itu berkata dengan lantang, apabila beliau dan kekasihnya memang bersalah, maka tidak akan terjadi apa-apa. Namun jika ternyata mereka berdua tidak salah, maka Gunung Sitinjau akan meletus.

Tidak berapa lama lalu, apa yang diucapkan gadis itu menjadi kenyataan. Gunung yang semula tenang, tanpa diduga meletus dan mengubur seluruh masyarakat desa. Di kawasan tersebut juga terbentuk sebuah danau besar dan kesembilan saudara si gadis yang berhati jahat berubah wujud menjadi ikan yang menghuni tempat perairan Danau Maninjau.

Rute Menuju Lokasi

foto by instagram.com/rizalhrohman

Secara administratif alamat Danau Maninjau berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Jaraknya dari Kota Padang sekitar 140 km, dari Kota Bukittinggi sekitar 36 km dan dari Kota Lubuk Basung yang merupakan ibukota Kabupaten Agam sekitar 27 km.

Sebagaimana yang tertera pada gambar peta, wisatawan dari Padang yang ingin berkunjung ke Danau Maninjau mampu menentukan salah satu dari 2 rute yang ada, ialah Jalur Barat dengan melewati Pariaman serta Jalur Timur dengan melewati Bukittinggi.

foto by instagram.com/vanythursdila

Jalur manapun yang dipilih, sebelum sampai di lokasi, wisatawan akan melewati jalan sepanjang 8 km yang menurun dan berliku-liku. Jalan tersebut dikenal dengan nama Kelok 44 atau Tikungan 44, yang mengacu pada banyaknya kelokan atau tikungan.

Di sekitar jalan itulah wisatawan akan menjumpai sejumlah rest area dan resort, karena dari kawasan tersebut indahnya Danau Maninjau dapat dinikmati dari atas ketinggian. Jika ingin menikmati indahnya pemandangan, disarankan untuk menghentikan kendaraan, mengingat jalur yang penuh dengan tikungan tersebut sangat rawan kecelakaan.

Selain itu, jika membawa kendaraan langsung, usahakan untuk mengusut terlebih dahulu kondisi kendaraan, alasannya untuk melintasi Kelok 44 diharapkan kendaraan yang kondisinya benar-benar prima.

Menikmati Keindahan

foto by instagram.com/padangku_

“Jika makan arai pinang, makanlah dengan sirih yang hijau. Jangan tiba ke ranah Minang, bila tak mampir ke Maninjau,” itulah pantun yang diucapkan Presiden Soekarno untuk menegaskan betapa indahnya destinasi wisata ini, sehingga wajib dikunjungi oleh siapapun yang berkunjung ke ranah Minang.

Hamparan air jernih berwarna kebiru-biruan yang berpadu dengan bebukitan dan hijaunya pepohonan akan membuat siapapun betah berlama-lama di daerah Maninjau.

Keindahan itulah yang membuat siapapun tidak akan sulit untuk mencari sudut pengambilan gambar pada dikala memotret landskap di sekitar danau. Begitu juga jikalau ingin berswafoto, spot-spot elok mampu dengan gampang ditemukan untuk dijadikan background foto.

Bagi yang ingin berenang, danau ini menjadi daerah yang menyenangkan karena airnya yang segar dan jernih, asal tidak berenang terlalu ke tengah mengingat kedalaman rata-rata danau 105 meter dan titik terdalam mencapai 165 meter.

foto by instagram.com/exploremaninjau

Bagi yang memiliki hobby memancing, kawasan wisata ini kolam nirwana, sebab banyaknya ikan yang hidup di kawasan perairan. Pengunjung dapat memancing di area tepi danau atau dengan menyewa bahtera dari para nelayan.

Wisatawan yang ingin berkeliling di area perairan dan melihat budidaya ikan dengan menggunakan keramba jaring apung, juga dapat menyewa perahu dan speedboat dengan harga yang bersahabat.

Meski keindahan alam mampu dinikmati di hampir setiap sudut Maninjau, di dekat PLTA dibangun sebuah objek wisata yang diberi nama Taman Muko Muko. Di daerah ini selain dihiasi dengan taman yang tertata anggun juga tersedia akomodasi untuk bermain belum dewasa dan tempat ibadah.

Jangan lupa untuk berkunjung ke Museum Buya Hamka yang tempatnya di tepi Danau Maninjau, tepatnya di Nagari Sungai Batang yang masuk wilayah Kecamatan Tanjang Raya. Museum ini didirikan pada tahun 2000 dengan merenovasi rumah yang dahulu ditempati H.Abdul Malik karim Abdullah alias Buya Hamka.

foto by instagram.com/pauziahlubis

Satu lagi kawasan yang wajib dikunjungi dikala berkunjung ke Danau Maninjau adalah sebuah Desa Wisata berjulukan Kota Malintang yang terletak di kaki Bukit Barisan. Di sini wisatawan dapat menikmati durian Sumatera yang dikenal memiliki citarasa yang khas, karena hampir semua penduduk menanam Pohon Durian.

Di Kota Malintang ini, terdapat sebuah tradisi menarik yang dikenal dengan nama Balangge. Tradisi tersebut dimaksudkan untuk menghindari pencurian buah durian dengan menunjukkan kesempatan kepada warga yang tidak mempunyai pohon durian untuk memungut buah durian yang telah jatuh dari pohonnya. Namun, durian yang jatuh tersebut hanya boleh diambil pada jam 04.00 – 06.00 atau setelah subuh.

Bagi pengunjung yang tiba dari luar tempat dan ingin menikmati malam di daerah danau, tersedia sejumlah homestay, cottage serta hotel dengan harga sewa yang berfariasi, tergantung dari fasilitas yang diberikan. Dengan menginap di pinggir danau itulah keindahan Danau Maninjau akan mampu dinikmati secara total.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni