Wisata Petungkriyono, Kompleks Wisata Dengan Berbagai Alternatif

Sebagai kawasan pegunungan, wilayah wisata Petungkriyono dipenuhi dengan curug atau teladas yang menawan. Di Desa Curugmuncar saja, contohnya, dikelilingi tujuh teladas, masing-masing curug Muncar, Kalibanteng, Lawe, Mati, Telogo Lembu, Kali Cacing, dan curug Tiga.

Sebagai kawasan pegunungan, wilayah wisata Petungkriyono dipenuhi dengan curug atau air terjun yang menawan.
Wisata Petungkriyono. Image via: jarangpanas.com

Selain penderasan, Petungkriyono sarat potensi tujuan wisata lainnya. Masyarakat Petungkriyono berbagi daerah itu sebagai pusat wisata pendidikan, alam, agro, petualangan, dan sejarah. Petungkriyono kaya akan tanaman dan fauna, bahkan beberapa spesies di antaranya sudah langka.

Ada juga wisata petualangan,  di antaranya dengan menelusuri Sungai Tinalum sampai Sokokembang.Keindahan sungai itu tak kalah dengan Grand Canyon di Amerika. Menelusuri Sungai Tinalum, pengunjung bagaikan menembus gua yang diapit pepohonan hijau dan bebatuan.

Di Petungkriyono juga banyak dijumpai situs bersejarah dan benda-benda purbakala sebagai tujuan wisata sejarah. Misalnya, peninggalan zaman Hindu berupa linggo yoni Nogopertolo di Tlogopakis.

Fenomena alam yang unik dan mistis pun mampu dijumpai di Petungkriyono. Meskipun di daerah pegunungan, di Desa Kayupuring terdapat mata air yang airnya terasa asin. Zaman dulu masyarakat setempat menggunakan air di sana sebagai pengganti garam.

Suasana Pedesaan yang asri di Wisata Petungkriyono
Alam Pedesaan. Image via: @edomurtadha

Simak juga: 11 kawasan wisata di Pekalongan

Lokasi Wisata Petungkriyono

Wisata Petungkriyono terletak di Kecamatan Petungkriyono, di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Petungkriyono yang merupakan bab dari lereng sabuk Pegunungan Dieng.

Rute Menuju Wisata Petungkriyono

Dari kota pekalongan, untuk menuju Objek wisata ini jarak totalnya mencapai sekitar 40 km. Perjalanan dibagi 2 sesi. Sesi pertama yakni perjalanan biasa dengan kendaraan sejauh 20 km untuk mencapai Doro. Bagian kedua, 20 km lagi, dari doro menuju Wisata Petungkriyono.

Untuk menjemput wisatawan dari Doro menuju Petungkriyono telah tersedia angkutan pegunungan pariwisata yang disingkat bagus paris.

Angkutan tersedia dalam jumlah 30 unit selama libur selesai tahun. Jarak dari Doro ke ekowisata Petungkriyono sekitar 20 kilomoter dengan jalur berkelok-kelok dan penuh kehijauan. Perjalanan dengan angkutan khusus di tengah hutan ini sekitar 1-2 jam.

Pesona Curug Bajing bisa menjadi latar foto yang cantik.
Pesona Curug Bajing. Image via: @anikeazhar_

Jam Buka Wisata Petungkriyono

Lokasi wisata petungkriyono terbuka 24 jam. Namun demi alasan keamanan balasan kondisi alam, sebaiknya pengunjung tiba hanya ketika hari terperinci saja.

Tiket Wisata Petungkriyono

Harga tiket masuk wisata petungkritono berbeda-beda sesuai dengan objek yang akan disinggahi. Tiket berada di kisaran harga di bawah Rp 5.000.

Fasilitas Wisata Petungkriyono

Fasilitas penunjang kegiatan wisata yang ada di ware awisata petungkriyono sudah cukup memadai. Hampir di semua objek wisatanya sudah tersedia toilet, daerah parkir dan pedagang kudapan.

Pada objek wisata yang berafiliasi dengan air, seperti telaga dana ir terjun terdapat fasilitas permainan air seperti bahtera dan ban pelampung yang bisa disewa oleh pengunjung.

Daya Tarik Wisata Petungkriyono

  1. Gerbang Petung

gerbang petung sekaligus land mark kawasan wisata petungkriyono
Gerbang petung. Image via: cintapekalongan.com

Simak juga: Benteng Kalamata 

Gerbang Petung yang juga ;amd mark lokasi wisata petungkriyono, berjarak , 5,5 kilometer dari Kantor Kecamatan Doro. Terdapat gapura di sisi kiri dan kanan jalan berbentuk bambu. Desain gapura berbentuk bambu diambil dari kata Petung, yang berarti Bambu Besar.

Di area gerbang ini terdapat pelataran yang kadang diguankan sebagai kawasan pagelaran budaya. Sambil menikmati tarian, pengunjung mampu menikmati  Kopi Petung, kopi hutan khas Petungkriyono. Disebut kopi hutan karena pohon kopi tumbuh di hutan, campuran dari jenis Robusta dan Arabica.

Di sepanjang jalan menuju Petungkriyono pengunjung dapat melihat pohon kopi yang tumbuh sampai 5 meter, yang memetik buahnya pun harus naik ke atas.

Dari gerbang ini pengunjung mampu melanjutkan perjalanan menuju Petungkriyono. Jalan yang tadinya lebar dan mulus, sehabis melewati Gerbang Petung jadi menyempit. Jika kendaraan roda 4 berpapasan, salah satunya harus menepi memberi jalan.

Mayoritas jalan aspal berada di tengah hutan.

  1. Curug Sibedug

curug sibedug, salah satu air mancur kecil di kawasan wisata petungkriyono
Curug Sibedug. Image via: localguidesconnect.com

Destinasi kedua adalah Curug Cibedug di tepi jalan Doro – Petungkriyono, sekitar 11 kilometer dari Kantor Kecamatan Doro. Curug ini berada di Dusun Sokokembang Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono.

Tidak ada tiket retribusi untuk menikmati pemandangan indah ini. Di tepi jalan berjejer warung tenda yang menjajakan Kopi Petung.

Ada 3 jeram yang mengalir dari atas tebing. Namun pad amusim kemarau biasanya hanya aktif 2 tempat saja.

Air terjun yang jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter, lalu mengalir menuju sungai yang membelah jalan. Pengunjung bisa sejenak berswafoto dan mengabadikan daerah ini. Bagiyang tertarik mampu turun sampai bawah jembatan untuk mendapatkan sudut pemotretan terbaik.

Curug berasal dari bahasa Sunda, di Jawa (Tengah dan Timur) dikenal dengan sebutan Jurug yang berarti teladas.

  1. Welo Asri

Permainan air di objek Welo Asri kawasan wisata petungkriyono
Welo Asri. Image via: cintapekalongan.com

Simak juga: Sumur pusat Laut Donggala

Melanjutkan perjalanan dari Curug, selanjutnya pengunjung akan hingga di Welo Asri, Welo River (Sungai Welo) Dusun Kembangan Desa Kayupuring, 10 menit perjalanan dari Jembatan Sipingit atau 13,8 kilometer dari titik keberangkatan.

Welo Asri menjadi kawasan yang nyaman untuk beristirahat sejenak sambil minum kopi. Masuk ke tempat wisata ini dikenakan retribusi Rp. 3.000 dan parkir motor Rpp. 2.000. Area parkir cukup untuk menampung 12 kendaraan beroda empat. Fasilitas lain yang disediakan yaitu toilet yang masih berdinding terpal dan mushalla.

Belasan kawasan swafoto menarik dibangun, yang paling ekstrim adalah pohon selfie di ketinggian 10 meter. Bentuknya seperti rumah pohon, berada di antara 2 dahan pohon besar yang mencuat ke samping. Terkesan angker karena berada di hutan.

Sebuah air mancur memancar natural setinggi 5 meter dialirkan dari mata air yang ada di Sungai Welo, tanpa pinjaman mesin pompa air. Di seberang bak air dibangun kursi bambu untuk beristirahat dan foto.

Kawasan wisata petungkriyono memilki objek yang ekstrim berupa pohon selfie di ketinggian 10 meter.
Rumah Pohon. Image via: andre.web.id

Beberapa paket wisata menjelajah Sungai Welo ditawarkan kepada wisatawan. River tubing Rp. 75.000, river tracking Rp. 60.000, dan body rafting Rp. 35.000. sedangkan sewa pelampung dan ban (tube) Rp. 10.000.

Pohon-pohon tinggi di sekitar Sungai Welo ternyata menjadi sarang hewan primata. Lutung ekor panjang bergelantungan bak spiderman dari pohon satu ke pohon lain. Mereka tidak mengganggu manusia sebab dibiarkan hidup sesuai kodratnya.

Owa jawa (Hylobates moloch), spesies paling langka bangsa primata juga ada di area ini. Spesies ini dikenal pemalu dan bersembunyi jikalau melihat makhluk tak dikenal. Perbedaan dengan lutung ialah Owa Jawa tidak memiliki ekor, tangan yang lebih panjang dari badan.

  1. Curug Bajing

CAmping di curug bajing kawasan wisata petungkriyono
Camping di Curug Bajing. Image via: indorelawan.org

Simak juga: Pulau Tomia Wakatobi

Salah satu daya tarik wisata petungkriyono yang paling selatan adalah Curug Bajing di Dusun Kembangan Desa Tlogopakis Petungkriyono. Objek ini sekitar 27 kilometer dari Kantor Kecamatan Doro. 40 menit dihabiskan dari Welo Asri menuju ke sini.

Curug tupai juga menjadi terminal terakhir angkutan (Anggun Paris) dari Doro. Pengelola objek wisata, mengenakan biaya tiap orang sebesar Rp. 20.000 untuk rute Terminal Doro – Curug Bajing. Rute ini dilayani hingga jam 16.00.

Sebelum sampai Curug Bajing, dari jauh sudah terlihat bukit dan riam yang tinggi. Di beberapa puncak bukit yang mengitarinya terpancang bendera merah putih, penampakannya begitu mencolok, memberi semangat pada penerima APNE 2017 yang mulai kehabisan gairah dan tenaga untuk mencapai Curug Bajing.

Area parkir beraspal cukup untuk menampung 20 mobil. Warung-warung berdiri rapi dan bersih, mushalla panggung bangkit mencolok di sisi barat parkir.. Taman Curug Bajing tidak mengecewakan luas, aman untuk bermain anak. Pendopo dan pohon selfie menjadi daya tarik wisatawan yang tiba secara rombongan.

Luasnya area Curug Bajing dimanfaatkan pengelola untuk membuka tempat berkemah serta wisata menyusuri hutan. Harga tiket tidak tercantum di loket, 5 orang wisatawan lokal yang tiba dengan angkutan membayar Rp. 30.000 untuk menikmati Curug Bajing

Dari area parkir wisatawan harus berjalan sekitar 300 meter kalau ingin menuju pusat penderasan Curug Bajing. Tidak perlu khawatir bila malas menuju air mancur, air terjun Curug Bajing terlihat dari jauh, dan sudah disediakan banyak kawasan berfoto. Di erat jeram setinggi 15 meter ini bangun mushalla dan warung, meskipun posisinya dirasa kurang pas oleh para fotografer.

Spot Foto cantik di kawasan wisata petungkriyono
Spot Foto. Image via: rks.pekalongankab.go.id

  1. Curug Lawe

Pintu masuk Curug Lawe berjarak 22 kilometer dari Kantor Kecamatan Doro, Jadi bila dihitung dari titik dtart di Doro, lokasi ini lebih dulu ditemui daripada curug Bajing. Ekowisata Curug Lawe berdekatan dengan pemukiman warga dan cukup ramai dikunjungi.

Air terjun Curug Lawe-nya sendiri berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pintu masuk. Jarak itu mampu ditempuh dengan jalan kaki atau motor trail. Jika ingin membonceng motor trail, pengunjung harus merogoh kocek Rp. 45.000 pulang-pergi.

Area ekowisata didominasi hutan Pinus. 100 meter pertama dari loket menuju Curug Lawe merupakan area wisata keluarga. Tempat berkemah disediakan pengelola. Di area ini pengelola menyediakan spot foto. Salah satunya ada pohon selfie. Selain itu juga terdapat payung yang digantung sebagai latar belakang foto, rumah jerami, dan area Hammock.

Semua akomodasi menawan itu mampu dinikmati wisatawan secara gratis, sehabis membayar tiket masuk Rp. 5.000.

Spot payung gantung di kawasan wisata petungkriyono.
Spot payung gantung. Image via: cintapekalongan.com

Simak juga: Pulau Hoga Wakatobi

Tips Mengunjungi Wisata Petungkriyono

Demi kenyamanan dan keselamatan selama berwisata, Ada beberapa tips dan saran yang sebaiknya diperhatikan benar ketika mengunjungi wisata Petungkriyono ini.

  • Siapkan fisik.

Persiapan fisik memang harus dilakukan alasannya adalah area wisata yang snagat luas. Dan juga ada beberapa objek yang membutuhkan jalan kaki utuk mencapai ojek utamanya. Misalnya pada objek penderasan.

  • Menggunakan sepatu yang bergairah.

Hindari menggunakan sepatu dengan sol licin sebab jalanan yang akan dilalui meskipun bebatuan akan terasa licin. Apalagi saat trend penghujan

  • Perhatikan cuaca.

Usahakan mengunjungi tempat rekreasi ini ketika isu terkini panas biar jalanan umum dan jalanan menuju teladas yang akan dilalui tak terlalu licin

  • Hati-hati membawa anak-anak.

Karena arus yang cukup deras, jika membawa anak-anak, awasi mereka dengan baik. Jangan sampai Anda lalai mengawasi, alasannya adalah kedalaman air cukup dalam.

Di tepi Telaga Purba di area wisata petungkriyono.
Di tepi Telaga Purba. Image via: @lendyarmeiv

Objek Wisata Dekat Wisata Petungkriyono

Selain wisata petungkriyono, lokasi wisata di Pekalongan ada juga beberapa yang lainnya. Salah satunya bukit Bintang Kutorojo. Sebuah daerah yang cocok dijadikan untuk menikmati nuansa malam ditemani dengan kerlap gemintang lampu kota.

Lokasi wisata lain ada juga Mangrove Park Pekalongan. Selain berfungsi sebagai tempat ekowisata, eksistensi hutan mangrove ini mempunyai tugas yang sangat penting untuk mencegah abrasi pantai. Taman wisata mangrove ini sangat rekomended untuk spot fotografi yang menawan dengan lingkungannya yang menghijau.

Demikian mampu kami sampaikan sedikit hal mengenai keindahan lokasi wisata petungkriyono. Saatnya menyusun planning untuk menjelajah di daerah penuh tantangan, Pekalongan yang mempesona.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni