Wisata Waduk Jatiluhur

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”6270″
data-slug=””>

3.5
/
5
(
4

votes

)

Lokasi: Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat

Map: Klik Disini

HTM: Weekdays Rp.5.000, Weekend Rp.20.000

Buka Tutup: 08.00 – 17.00 WIB

Berkunjung ke Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terasa masih belum lengkap sebelum singgah ke Waduk Jatiluhur. Ungkapan tersebut muncul bukan hanya karena Waduk Jatiluhur merupakan bendungan terbesar di Indonesia, tapi juga karena kawasan di sekitar bendungan ini menyajikan panorama alam yang luar biasa indah.

Selain itu, pengunjung juga bakal dimanjakan dengan berbagai macam akomodasi untuk melengkapi aktifitas berwisata, sebab kawasan di sekitar bendungan memang difungsikan sebagai objek pariwisata, sama mirip bendungan-bendungan raksasa lainnya yang ada di Indonesia.

Seperti Waduk Karangkates, Waduk Kedung Ombo, Waduk Gajah Mungkur, Waduk Batu Tegi serta yang lain.

foto by instagram.com/fitriadewdew

Sejarah Singkat

Proses pembangunan Waduk Jatiluhur dimulai semenjak tahun 1957 dengan ditangani oleh perusahaan kontraktor asal Perancis, “Compagnie Francaise D’entreprise”. Waduk ini dibangun untuk membendung Sungai Citarum yang memiliki tempat anutan sungai seluas 4.500 km2.

Peletakan batu pertama dari proyek yang memakan anggaran sebesar US$ 230 juta tersebut dilakukan oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Sedang peresmiannya dilaksanakan pada 26 Agustus 1967 oleh Presiden Soeharto.

Bendungan ini sebenarnya memiliki nama “Waduk Ir.H. Juanda”. Nama tersebut diberikan guna mengenang jasa dari Perdana Menteri RI terakhir, alasannya beliaulah yang memperjuangkan terealisasinya proyek pembangunan bendungan terbesar di Indonesia tersebut.

Untuk membangun Waduk Jatiluhur, sebanyak 14 desa ditenggelamkan, dan penduduk sejumlah 5.002 orang dipindahkan ke kawasan-daerah yang ada di sekitar bendungan serta ke Kabupaten Karawang.

foto by instagram.com/dicky_sudrajat

Waduk ini memiliki multifungsi, dengan fungsi utama sebagai pembangkit tenaga listrik yang bisa menghasilkan listrik rata-rata 1.000 juta kwh pertahun yang pengelolaannya dilakukan Perum Jasa Tirta II.

Fungsi lain dari Waduk Jatiluhur yakni sebagai penyedia air irigasi untuk mengairi sawah seluas 242.000 ha, sebagai tempat budidaya ikan air tawar, sebagai penyedia air baku industri dan PDAM dan sebagai pengendali banjir.

Dengan beragam fungsi yang ada tersebut, membuat TMA (Tinggi Muka Air) yang ada di bendungan ini senantiasa diperhatikan, guna menghindari eutrofikasi yang mampu mengganggu sistem irigasi air baku yang disuplai dari waduk.

Salah satu metode pengendalian yang dilakukan yaitu dengan menjaga ekosistem serta pengoperasian Hollow Jet Valve (HJV), sehingga sistem irigasi bendungan dapat beroperasi sebagaimana yang direncanakan.

Mitos Kisah Misteri

Sama halnya dengan danau-danau alami dan danau-danau buatan lainnya yang ada di Indonesia, sejumlah dongeng misteri ikut mewarnai eksistensi Waduk Jatiluhur.

Kisah wacana hantu-hantu dan penampakan makhluk tak kasat mata tersebut menjadi semakin dipercaya oleh warga sekitar, sebab pada kenyataannya setiap tahun selalu saja ada orang-orang yang tewas tenggelam di kawasan bendungan.

foto by instagram.com/jodianalaksmi

Salah satu kisah misteri yang bersumber dari penuturan penduduk sekitar dan hingga kini masih kerap diceritakan ialah kisah perihal Mbah Jawer.

Konon dulu ada bayi yang dihanyutkan di anutan Sungai Citarum oleh orangtuanya, alasannya adalah aib dengan keberadaan bayi tersebut yang pada dahinya terdapat pial atau jengger atau dalam bahasa Sunda Jawer.

Bayi yang hanyut di fatwa sungai tersebut kemudian diselamatkan oleh bangsa jin dan menjadi bagian dari alam ghaib. Karena marah pada orangtua yang telah mencampakkannya, bayi yang sudah menjadi kakek-kakek itu lalu melampiaskan dendamnya kepada penduduk dari desa kawasan orang tuanya berasal.

Bayi yang lalu dikenal dengan sebutan Mbah Jawer itu kerap menengelamkan penduduk sekitar yang melanggar pantangan. Sehingga pada awal-awal dibangunnya Waduk Jatiluhur banyak warga sekitar yang lebih menentukan jalur transportasi darat untuk bepergian ke kawasan lain daripada menyeberangi Sungai Citarum.

Itu sebabnya masyarakat di sekitar Jatiluhur masih banyak yang beropini bahwa Sungai Citarum dan Bendungan Jatiluhur merupakan tempat yang angker.

foto by instagram.com/nafisah_sulthan_syauqi

Kisah misteri lainnya yang ada di bendungan ini yaitu tentang adanya Alligator Fish atau ikan dengan kepala ibarat aligator sebesar bahtera.

Keberadaan ikan ini konon alasannya adanya jaring apung tempat penangkaran Alligator Fish milik petani ikan yang jebol. Ikan-ikan yang selanjutnya memasuki daerah perairan Waduk Jatiluhur tersebut tumbuh dan berkembang biak, bahkan dengan ukuran yang sangat besar.

Bukti dari eksistensi ikan dengan wajah angker ini adalah seringnya jaring apung milik petani ikan yang jebol. Selain itu, beberapa ikan ini juga beberapa kali tersangkut jaring nelayan yang mencari ikan di kawasan waduk. Alligator Fish yang tertangkap nelayan itu ada yang berbobot 5 kg, 8 kg sampai 15 kg.

Terlepas dari sejumlah dongeng misteri yang menyelimuti Waduk Jatiluhur, keindahan alam yang membalut bendungan ini merupakan anugerah Tuhan yang patut untuk dinikmati.

Rute Menuju Lokasi

foto by instagram.com/jodianalaksmi

Dengan alamat di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Waduk Jatiluhur berjarak sekitar 9 km dari sentra kota Purwakarta, dimana lokasinya ada di atas ketinggian bukit dengan kanal jalan berkelak-kelok sehingga harus hati-hati dan waspada.

Namun demikian, kondisi jalan bisa dibilang sempurna serta dapat dilewati oleh kendaraan jenis apa saja termasuk bus.

Bagi wisatawan yang menggunakan angkutan umum, dapat memakai bus antar kota yang melewati jalur Purwakarta – Bandung dan berhenti tepat di depan jalan yang menuju pintu masuk Waduk Jatiluhur.

Jika dari pusat Kota Purwakarta mampu naik angkot 03 berwarna merah kuning dan turun di Pasar Bunder. Selanjutnya pindah angkot 011 berwarna merah hitam yang akan membawa penumpang eksklusif menuju ke daerah bendungan.

Wisatawan yang tiba dengan menggunakan kendaraan eksklusif, jika tiba dari luar kota bisa melewati Tol Cikampek dan keluar di Pintu Tol Jatiluhur.

Selanjutnya belokkan kendaraan ke kiri dan sekitar 300 meter dari pintu tol akan Anda temukan sebuah pertigaan yang bagian tengahnya dihiasi patung Semar. Beloklah ke kiri, ke arah jalan yang menanjak sebelum alhasil bertemu dengan Pertigaan Pasar Bunder.

Di pertigaan tersebut, ambil jalan yang ke arah kanan dan terus saja berjalan lurus hingga melewati Jembatan Tol Cipularang. Begitu bertemu dengan pertigaan lagi, pilih jalan yang lurus dan menanjak. Sekitar 6 km di depan, Anda akan tiba di lokasi yang dituju.

Pesona Waduk

foto by instagram.com/brutalists.id

Indahnya danau buatan berpagar pepohonan dengan latar belakang bebukitan dan Gunung “Tiga Menara”, menjadi suguhan utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Waduk Jatiluhur. Begitu mempesonanya pemandangan yang ada di kawasan ini, membuat siapapun akan betah berlama-lama.

Keindahan tersebut akan tampak lebih sempurna, jika dilihat dari tengah bendungan sambil mancing ikan dengan memakai kapal atau perahu yang mampu disewa dari para nelayan.

Aktifitas memancing ini banyak dilakukan oleh wisatawan serta komunitas mancing yang tiba berkunjung ke sini, alasannya adalah di tempat perairan bendungan memang menjadi habitat dari berbagai jenis ikan.

Di tengah bendungan juga terdapat rumah makan apung dengan hidangan utama ikan bakar. Bersantap di atas air dengan view indahnya panorama alam, tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

foto by instagram.com/mahardika_man

Pengunjung yang tiba ke daerah bendungan, juga dapat melihat aktifitas budidaya ikan dengan memakai keramba. Terdapat beberapa jenis ikan yang dibudidayakan di dalam keramba tersebut, mirip ikan mas, sepat, nila dan mujair. Namun yang paling mengundang perhatian adalah ikan patin, alasannya adalah berangasan dan seringkali melompat-lompat.

Sejumlah fasilitas olah raga dan permainan juga telah disiapkan bagi para wisatawan, seperti kano, selancar angin, ski air, speed boat, serta yang lain. Untuk dapat memanfaatkan kemudahan tersebut tentunya tidak gratis dan dengan harga yang bervariasi tergantung dari jenis akomodasi yang ingin dipakai.

Puas bermain di kawasan perairan bendungan, pengunjung dapat melanjutkan aktifitas berwisata lainnya yang ada di daerah ini, mirip bersantai di Grama Tirta, berbelanja ikan di kawasan pengumpulan ikan yang disebut Servis, naik kereta gantung yang melintas di atas kawasan perairan atau menuju ke waterboom.

foto by instagram.com/nanihandayani2806

Jika waterboom yang dijadikan pilihan, pengunjung akan menjumpai 4 buah kolam yang terdiri dari bak dangkal, bak anak, kolam cukup umur dan bak renang olimpyc.

Jika dibandingkan dengan Snowbay Watertainment yang ada di TMII, Atlantic Water Adventure yang ada di Ancol atau Circus Waterpark yang ada di Bali, Waterboom yang ada di jatiluhur ini memang tidak ada apa-apanya.

Namun ada kenikmatan tersendiri saat berenang di jernihnya air bak Waterboom Jatiluhur, adalah berenang sambil menikmati keindahan alam.

Harga Tiket Masuk

Untuk dapat memasuki objek wisata Waduk Jatiluhur, pengunjung dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp.5.000 pada hari Senin – Jumat dan Rp.20.000 pada hari Sabtu dan Minggu serta hari libur. HTM tersebut belum termasuk ongkos parkir sebesar Rp.3.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk kendaraan beroda empat.

Harga tiket tersebut hanya berlaku untuk memasuki daerah wisata dan belum termasuk tarif masuk lokasi waterboom yang harga tiketnya sebesar Rp.27.500 untuk weekdays dan Rp.35.000 untuk weekend.

Fasilitas

Jika ingin memanfaatkan sejumlah kemudahan di tempat wisata, pengunjung masih harus membayar lagi dengan nilai yang bervariasi, tergantung dari akomodasi yang ingin digunakan. Untuk sewa kapal contohnya seharga Rp.70.000, jetski Rp.100.000, begitu juga dengan fasilitas yang lain.

Karena pengelolaan kawasan wisata ini sudah dilakukan dengan profesional, persoalan akomodasi tidak perlu diragukan. Semua kemudahan sebagaimana layaknya sebuah tempat wisata mampu ditemui di kawasan ini, seperti information center, kamar mandi dan toilet, mushollah, playground, outbond area, camping ground, bilyard, lapangan tenis, serta kemudahan yang lain.

foto by instagram.com/nazarakbaar

Bagi yang ingin bersantap sambil menikmati pesona Waduk Jatiluhur, dapat menuju Area Resto yang merupakan daerah berkumpulnya restoran dan rumah makan dengan sajian utama ikan bakar. Namun, terdapat juga hidangan yang lain, seperti bakso, soto, nasi uduk, ayam goreng, ayam bakar, dan sebagainya.

Jika ingin menikmati suasana santai sambil minum kopi serta minuman lainnya, mampu menuju ke tempat resort yang diberi nama “Grama Tirta”. Sedang untuk yang ingin menghabiskan malam di sekitar daerah bendungan, tersedia sejumlah penginapan yang mampu dipilih, mulai dari hotel, bungalow sampai dengan villa.

Di sini juga terdapat hotel bintang tiga yang berjulukan “Graha Vidya”. sebagaimana hotel pada umumnya, Hotel Graha Vidya memiliki kemudahan yang lengkap, mulai dari longe, daerah karaoke, restoran hingga dengan ballroom untuk program meeting, gathering serta program-acara yang lain.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni