Wisma Karya Subang

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”11944″
data-slug=””>

5
/
5
(
1

vote

)

Lokasi: Jl. Ade Irma Suryani Nasution No 02 Karanganyar, Cigadung, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang 41211

Map: Klik Disini

HTM: Gratis

Buka: 08:00 – 16:00

Telepon: (0260) 411014

Wisma Karya Subang

foto by instagram.com/kotasubang

Wisma Karya merupakan salah satu Objek wisata bersejarah yang ada di Kabupaten Subang. Wisma karya kabupaten subang ini mempunyai nilai dongeng sejarah yang penting bagi perjalanan kemerdekaan Subang. Sebab bangunan ini sudah bangun semenjak zaman penjajahan Belanda.

Wisma Karya yang beralamat di Jalan Ade Irma Suryani No. 02 Karanganyar Subang ini terletak di Pulau Jawa Bagian Barat. Bangunan dengan nilai sejarah yang tinggi ini berlokasi yang sangat strategis, ialah terletak di pintu gerbang menuju kota Subang dari arah Bandung.

foto by instagram.com/ziradh

Sejarah Singkat

Pada mulanya. Bangunan yang bangun diatas tanah seluas 1 hektar ini awalnya dijadikan tempat refreshing bagi kaum Gegadan Belanda dibawah kepemimpinan Tuan Peter Wellem Hofland. Dijelaskan dalam naskah sejarah yang berada di Museum ini. Bahwa, Hofland melakukan penjajahan di Subang dengan cara memperluas kekuasaan.

Cara memperluas kekuasaan Hofland dengan menjalankan perjuangan di bidang perkebubab kopi. Yangmana Hofland sendiri ketika itu memang sudah dikenal sebagai seorang saudagar kopi.

Hofland menciptakan kontrak dengan para pemerintah Hindia Belanda terkait bidang perdagangan kopi pada tahun 1840. Hofland juga turut menjadi seorang pemilik tanah (P&T) Pamanoekan & Tjiasem Landen. Hingga lalu, pada tahun 1858 seluruh tanah P&T Land menjadi milik pribadi Hofland.

foto by instagram.com/witakamal77

Sementara, berdirinya P&T Lands ini dilatar belakangi oleh devisit keuangan pada kurun Thomas Stanford Raffles. Beberapa tanah kekuasaan pemerintah kolonial dijual kepada partikelir. Yang lalu dibeli oleh Hofland.

Setelah pemerintah Hindia- Belanda memberikan kekuasaan untuk mengangkat pejabat pemerintah partikelir yang disebut dengan demang pada tahun 1859.

Upaya yang dilakukan Hofland untuk membuat dirinya langsung di tanah jajahannya adalah bekerja sama dengan delapan demang untuk mendirikan sebuah Gedung yang lalu diberi nama Societe yang artinya kelompok masyarakat langsung.

Wisma karya subang kabupaten jawa barat sejarah alamat gambar foto tugu lokasi asal usul gedung museum
foto by instagram.com/ziradh

Dari pengangkatan delapan pejabat pemerintahan partikeler demang tersebut, wilayah Subang terbagi dalam kedelapan Kademangan. Diantaranya Kademangan kerikil Sirap (Cisalak), Kademangan Ciherang/Wanareja, Kademangan Segalaherang, Pagaden, Pamanukan, Ciasem, Malang/Purwadadi, dan yang terakhir yakni kademangan Kalijati.

Kelompok Societe inilah yang sering berkumpul untuk bersosialisasi di Gedung yang sekarang dikenal dengan nama wisma Karya ini. Gedung ini diresmikan oleh Mrs WH Daukes pada 14 Januari 1929 sebagai daerah bersosialisasi untuk para pejabat P&T Land.

Daya Tarik

foto by instagram.com/dhinakhoe

Selain dipakai sebagai pertemuan sosialisasi. Gedung ini juga difungsikan sebagai kawasan pertunjukan, olahraga, golf, biliyard, serta bowling bagi bangsa asing.

Jika dilihat dari arsitektur bangunannya. Pada bab kanan Gedung Wisma Karya ini terdapat sebuah ruang pertemuan yang dilengkapi dengan panggung yang dipakai para Gegadan Belanda untuk menonton film dan berdansa.

foto by instagram.com/windiwati191

Sementara itu, dibelakang ruangan tersebut terdapat ruangan yang menyerupai dengan kantor-kantor. Sisi barat Barat, Utara dan Timur berpagar besi, sedangkan bagian Selatan merupakan halaman terbuka sebagai publick space.

Bangunan Wisma karya yang tergolong bergaya Post modern dengan skema segi empat yang terdiri dari empat unit mengelilingi. Pada masing-masing bagian, pada bab bawah berbahan dari kerikil, sedangkan pada bagian atas terbuat dari bata.adapun serambi diperkuat dengan tiang kerikil berbentuk persegi.

foto by instagram.com/740aerialvideography

Sebuah Lukisan

Selain itu, dalam sebuah ruangan di Gedung ini, terdapat sebuah lukisan dari foto Danta Ganda Wikarma. Yang tak lain ialah seorang Bupati Karawang timur (Subang) yang terpampang di pojok dinding yang diikuti formasi foto portrait lainnya.

Hal itu dilakukan dengan tujuan sebagai pertanda. Bahwa, Danta Ganda Wikarma adlah orang pertama yang menjabat sebagai Bupati Subang pada 05 April 1948. Sehingga tanggal itulah yang lalu dijadikan dengan hari lahir kota Subang.

Dari adanya museum Wisma Karya ini, semua sejarah yang ada di Kabupaten Subang mulai dari zaman prasejarah hingga zaman pasca kemerdekaan banyak diketahui melalui koleksi yang berada dalam Wisma ini.

foto by instagram.com/13ennythegreat

Dalam museum itu, selain beberapa dongeng zaman prasejarah kota Subang, juga terdapat bebrapa artefak peninggalan colonial Belanda yang masih apik dan tertata sangat rapi didalam etalase.

Adapun bukti penyebaran agama Islam di Kabupaten Subang juga terdapat di museum ini. Museum ini mempunyai koleksi Alqur’an dari kulit hewan, serta beberapa keris yang dulunya digunakan oleh para penyebar Islam di wilayah Subang.

Koleksi di Dalam

Beberapa senjata yang digunakan oleh para penjajah juga tersimpan rapi berjajaran di etalase ini, diantaranya mirip pistol kuno, pedang VOC, bedil dorlok, keris dan masih banyak lagi. Terdapat pula alat elektronika kuno seperti telepon dan juga radio.

foto by instagram.com/jatnika.gowes

Yang menjadi koleksi utama dalam museum ini yakni patung pemilik bangunan kuno yang bersejarah, yang tak lain adalah patung PW Hofland buatan tahun 1878. Patung pemilik Kabupaten Subang pada Zamannya ini bersanding dengan patung seorang perempuan yang dibawah kakinya tertera tahun pembuatan 1875.

Hingga sampai ketika ini, arsitektur bangunan Gedung bersejarah ini tetap dipertahankan mirip aslinya. Hanya saja pemanfaatannya yang mengalami perubahan. Tercatat sekitar tahun 2010, Gedung Wisma Karya ini dijadikan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Subang.

Tak hanya dijadikan sebagai museum, kawasan peninggalan Belanda ini sekarang kerap disewakan untuk suatu event. Beberapa kawasan lainnya juga dipakai untuk kantor organisasi mahasiswa atau yang disingkat dengan ormas.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni